Starvision Syuting Film “Agensi Rumah Tangga” di Cianjur, Angkat Profesionalisme dan Perlindungan Hak ART
CIANJURUPDATE.COM – Rumah produksi Starvision akan memulai proses syuting film terbaru berjudul Agensi Rumah Tangga di Kabupaten Cianjur mulai Selasa (2/6/2026). Film garapan sutradara Naya Anindita tersebut dijadwalkan mengambil gambar selama tiga hari di sejumlah lokasi di Cianjur sebelum melanjutkan produksi di Jakarta.
Sejumlah pemain ternama yang terlibat dalam film ini antara lain Enzy Storia, Afgan Syahreza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Ummi Quary, Musdalifah Basri dan sejumlah pemeran lainnya.
Rini Atmodjo (Line Producer Film Agensi Rumah Tangga) menjelaskan, pemilihan Cianjur sebagai lokasi syuting bukan semata-mata karena daerahnya, melainkan karena film tersebut ingin merepresentasikan kehidupan masyarakat Jawa Barat yang memiliki keterkaitan erat dengan profesi asisten rumah tangga (ART).
“Target kami sebenarnya Jawa Barat. Kami ingin mengangkat bahwa profesi asisten rumah tangga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah pekerja profesional yang memiliki keterampilan dan hak yang harus dilindungi,” ujar perwakilan Starvision saat ditemui di salah satu kafe di Cianjur, Senin (1/6/2026).
BACA JUGA: Rumah di Cipanas Ini Sering Jadi Tempat Syuting Film Horor
Menurutnya, film Agensi Rumah Tangga mengangkat kisah tentang pembinaan dan pendidikan para ART agar menjadi tenaga kerja profesional. Film tersebut juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak-hak pekerja rumah tangga, sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan profesi tersebut.
Selain tema cerita yang relevan, Cianjur dipilih karena memiliki lanskap pedesaan yang masih alami dan sesuai dengan kebutuhan cerita.
“Kami mencari kampung yang masih organik, masih alami, dengan sawah hijau dan suasana pedesaan yang autentik. Setelah melakukan pencarian, kami menemukan lokasi yang sesuai di Cianjur,” katanya.
Rini mengungkapkan proses persiapan film berlangsung sekitar satu setengah bulan, mulai dari casting hingga survei lokasi. Setelah melalui berbagai pertimbangan, Cianjur akhirnya ditetapkan sebagai salah satu lokasi utama syuting di Jawa Barat.
Meski pemeran utama berasal dari berbagai daerah, produksi film ini tetap melibatkan masyarakat setempat. Sedikitnya 43 warga lokal akan dilibatkan sebagai pemeran latar dalam salah satu adegan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni mendatang.
BACA JUGA: Bikin Tegang! Ini Sinopsis Film Perempuan Tanah Jahanam
“Keterlibatan warga lokal cukup banyak, terutama sebagai pemeran latar. Jadi masyarakat Cianjur juga ikut berpartisipasi dalam produksi film ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur Tita Rosilawati menyambut baik kehadiran Starvision yang menjadikan Cianjur sebagai lokasi syuting.
Menurutnya, sebelum proses produksi dimulai, pihak Starvision telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur guna mempermudah koordinasi dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Setelah audiensi, Disbudpar mendapat tugas untuk mendampingi dan memfasilitasi pelaksanaan syuting. Lokasi yang digunakan antara lain di Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Desa Wangunsari, Kecamatan Karangtengah, serta Stasiun Cianjur,” katanya.
Proses syuting dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 4 Juni 2026 dengan dukungan sejumlah perangkat daerah.
Tita menilai kehadiran film tersebut dapat menjadi sarana promosi wisata daerah. Melalui tayangan film, masyarakat luas diharapkan dapat mengenal potensi dan keindahan Cianjur sehingga mendorong kunjungan wisata di masa mendatang.
“Promosi pariwisata bisa dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya film. Ketika masyarakat melihat lokasi-lokasi di Cianjur dalam film ini, tentu akan muncul keinginan untuk datang dan melihat langsung tempat tersebut,” ujarnya.
Selain menjadi media promosi daerah, film Agensi Rumah Tangga juga diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keterampilan dan profesionalisme asisten rumah tangga serta penghargaan terhadap profesi tersebut.
“ART tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang baik, dan itu menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan dalam film ini,” pungkasnya.***





















