Berita

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Duel di Sindangbarang, Korban Patah Kaki Sengaja Ditabrak

CIANJURUPDATE.COM, SINDANGBARANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Sindangbarang mengungkap kronologi dan identitas pelajar yang terlibat dalam aksi perkelahian di Kabupaten Cianjur. Insiden yang melibatkan siswa dari dua sekolah berbeda ini mengakibatkan seorang korban mengalami patah tulang kaki setelah ditabrak sepeda motor secara sengaja oleh lawannya.

Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sedekan RT 01/RW 05, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan, perkelahian bermula dari tantangan melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh G, siswa kelas 9 SMPN 3 Cibinong, kepada siswa sekolah lain berinisial R. Tantangan tersebut kemudian diterima oleh rekan R, Ri, yang menyatakan kesiapannya untuk berkelahi.

Baca Juga: Kalah Duel Lalu Kabur, Siswa SMA di Sindangbarang Cianjur Ditabrak Motor Lawan hingga Patah Tulang

“Sekitar pukul 22.00 WIB, kelompok murid dari SMPN 3 Cibinong yang berjumlah kurang lebih enam orang datang ke lokasi menggunakan sepeda motor,” ungkap AKP Dadang saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Perkelahian berlangsung dengan sistem dua lawan dua. Pihak gabungan SMA/SMP Citra Nusantara diwakili oleh Ri (Kelas 10) dan Re(Kelas 9), sementara lawannya berasal dari pihak SMPN 3 Cibinong.

Insiden berlanjut ketika perkelahian usai. Saat kelompok siswa dari Citra Nusantara mencoba meninggalkan lokasi karena kalah jumlah, Ri dikejar oleh kelompok lawan menggunakan kendaraan bermotor.

Baca Juga: Oknum Guru SMP di Sukanagara Terancam Dipecat Usai Rampok Bibi Sendiri

“Pada saat Ri sedang melarikan diri, dari arah belakang ia ditabrak oleh murid SMPN 3 Cibinong. Akibat kejadian tersebut, Ri mengalami patah kaki kiri,” jelas Dadang.

Hingga kini, polisi telah mengantongi identitas sejumlah pelajar yang berada di lokasi kejadian. Dari pihak SMA/SMP Citra Nusantara, siswa yang teridentifikasi adalah N (Kelas 11), Re(Kelas 10), P (Kelas 9), A (Kelas 9), Ri (Kelas 9), dan A (Kelas 8). Sementara dari pihak SMPN 3 Cibinong, polisi baru mengidentifikasi G (Kelas 9), sedangkan pelaku lainnya masih dalam penyelidikan.

Kepolisian terus melakukan pendalaman kasus serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua para siswa untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku guna memberikan efek jera terhadap aksi premanisme di kalangan pelajar,” tutup dia.***

Editor: Indra Arfiandi 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button