Peran Jaipongan Cianjur dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)
CIANJURUPDATE.COM – Jaipongan merupakan salah satu bentuk tari tradisional Sunda yang berkembang pesat di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Cianjur. lis yang mencerminkan masyarakat Cianjur yang dinamis, terbuka, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Selain sebagai hiburan, seni tari ini juga berfungsi sebagai media pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
Sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal, Jaipongan Cianjur memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Program BIPA dirancang agar penutur asing mampu berkomunikasi secara efektif sekaligus memahami konteks sosial dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, integrasi budaya lokal seperti Jaipongan menjadi pendekatan yang relevan dan kontekstual.
Dalam pembelajaran BIPA, Jaipongan Cianjur dapat dijadikan materi budaya pendukung. Melalui pengenalan Jaipongan, pembelajar asing tidak hanya mempelajari kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga memahami makna gerak, musik, serta nilai-nilai yang terkandung dalam seni pertunjukan tersebut. Hal ini membantu mereka menggunakan bahasa Indonesia dalam situasi nyata yang berlandaskan budaya.
Secara praktis, Jaipongan Cianjur dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran keterampilan berbahasa. Misalnya, video pertunjukan Jaipongan dapat dijadikan bahan menyimak, lalu dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab untuk melatih keterampilan berbicara. Deskripsi gerakan tari, alat musik pengiring, dan busana Jaipongan juga dapat digunakan sebagai bahan membaca dan menulis.
BACA JUGA:Â Diduga Arus Pendek Listrik, Hanguskan Rumah di Pacet, Kerugian Ditaksir Capai Puluhan Juta

Nilai budaya yang terkandung dalam Jaipongan Cianjur, seperti kegembiraan, kerja sama, dan rasa percaya diri, dapat menjadi sarana pembelajaran lintas budaya. Pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut membantu penutur asing beradaptasi dengan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan.
Peran pengajar dan lembaga penyelenggara BIPA sangat penting dalam mengemas Jaipongan Cianjur sebagai materi ajar sesuai tingkat kemampuan pembelajar. Kolaborasi dengan sanggar seni Jaipongan di Cianjur dapat memperkaya pengalaman belajar, misalnya melalui kunjungan budaya atau praktik tari sederhana.
Integrasi Jaipongan Cianjur dalam pembelajaran BIPA sejalan dengan tujuan internasionalisasi bahasa Indonesia, yaitu memperkenalkan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup dan berbudaya. Dengan demikian, penutur asing tidak hanya belajar bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga memahami budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
Jaipongan Cianjur memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran BIPA berbasis budaya. Pemanfaatan seni tari ini membuat pembelajaran bahasa Indonesia lebih menarik, kontekstual, dan bermakna bagi penutur asing, sekaligus memperkuat apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Penulis: Nuraliah (Mahasiswa Universitas Suryakancana Cianjur)
Editor:Â Muhammad Afsal Fauzan S.



