Pemkab Cianjur Tunggu Laporan Resmi Keluarga Soal Pekerja Migran Asal Agrabinta yang Diduga Dianiaya
CIANJURUPDATE.COM – Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah video berdurasi 3 menit 23 detik yang merekam kondisi memprihatinkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah. Dengan tubuh penuh luka yang diduga kuat akibat penganiayaan berat oleh majikannya.
Sontak, rekaman tersebut memicu keprihatinan sekaligus kecaman dari warganet.
Tak hanya kekerasan fisik, dalam narasi video tersebut korban mengungkap tabir penderitaan lainnya, akses komunikasi yang diputus total, gaji yang tak kunjung dibayarkan, hingga perlakuan tidak manusiawi yang diterimanya selama bekerja. Meski disebut-sebut berasal dari Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, hingga kini keberadaan pasti dan alamat lengkap korban masih dalam proses penelusuran.
BACA JUGA: Keluarga Pekerja Migran Asal Cianjur di Jepang Minta Bantuan Bupati, Jenazah Segera Bisa Dipulangkan
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana, menegaskan bahwa pihaknya siap bergerak namun masih terkendala oleh belum adanya aduan resmi dari pihak keluarga.
“Kami belum menerima laporan terkait PMI tersebut. Jika memang benar berasal dari Cianjur, kami meminta pihak keluarga bersama pemerintah desa untuk segera datang ke kantor Disnakertrans guna membuat laporan pengaduan,” ujar kepada wartawan Denny, Senin (23/2/2026).
BACA JUGA: Sadar Muslihat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Pekerja Migran Asal Jabar
Denny menjelaskan bahwa laporan dari pihak keluarga merupakan mata rantai krusial dalam birokrasi perlindungan PMI. Dokumen tersebut akan menjadi landasan bagi Kemenaker untuk berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) guna mengupayakan pemulangan.
“Pada intinya, jika memang yang bersangkutan ingin dipulangkan, itu harus ada laporan resmi dari keluarga. Nantinya akan menjadi dasar bagi Kemenaker untuk bersurat ke Kemenlu,” jelasnya.
Di sisi lain, upaya pencarian identitas di lapangan mulai menemui titik terang. Kapolsek Agrabinta, AKP A. Nanda Rihardja, mengungkapkan bahwa indikasi awal mengarah pada satu wilayah di ujung selatan Cianjur tersebut.
BACA JUGA: Bahas Soal Perlindungan Pekerja Migran, Sadar Muslihat Sosialisasi di Karangtengah
“Untuk sementara, berdasarkan informasi yang kami terima, korbahn berasal dari Desa Wangunjaya, Kecamatan Agrabinta. Namun, saat ini kami masih menelusuri alamat pastinya,” ungkap AKP Nanda.
Tantangan geografis dan luasnya wilayah desa menjadi kendala dalam penyisiran identitas ini. Namun, pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan warganya yang berada di luar negeri dengan terus berkoordinasi bersama pemerintah desa setempat.
“Kami bersama pihak desa sedang melakukan penelusuran lebih lanjut, karena wilayah desa cukup luas. Kami berupaya memastikan alamat korban secara pasti,” tambahnya.
BACA JUGA: Sadar Muslihat Sosialisasi Pentingnya Perlindungan Pekerja Migran di Cianjur
AKP Nanda menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak cepat segera setelah informasi valid didapatkan.
“Jika sudah ada titik terang terkait identitas dan alamat korban, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar korban bisa mendapatkan penanganan yang diperlukan,” tutup dia.***





















