Mahasiswa Cianjur Kompak Gelar Aksi Depan Gedung DPRD, Desak Berbagai Tuntutan Rakyat

Kasus represif terhadap pengemudi ojek online yang berujung pada korban jiwa menunjukkan bahwa institusi kepolisian sedang sakit.
“Kami menuntut reformasi Polri yang total: membangun kultur aparat yang humanis, profesional, transparan, bebas dari kekerasan dan praktik korupsi. Polri bukan mesin intimidasi, tapi seharusnya pelindung dan pengayom rakyat,” ungkap dia.
PC IMM Cianjur, ucap Lisda, menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa jalanan, melainkan peringatan keras kepada para pemegang kekuasaan.
DPR wajib bercermin, sadar bahwa jabatan mereka adalah amanah rakyat, bukan tiket untuk memperkaya diri. Polri wajib berbenah, agar rakyat kembali percaya bahwa negara ini masih berpihak pada kemanusiaan.
“Kami ingin melihat DPR yang kembali menjadi wakil rakyat, bukan wakil partai. Kami ingin melihat aparat kepolisian yang berdiri bersama rakyat, bukan yang menindas rakyat. Dan kami ingin melihat keadilan berdiri tegak di negeri ini, tutup Lisda dengan tegas,” tutup dia.