banner 325x300
Berita

Korban Pencabulan Oknum Calon Pendeta Sempat Trauma

×

Korban Pencabulan Oknum Calon Pendeta Sempat Trauma

Sebarkan artikel ini

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Kasus pencabulan yang dilakukan oknum calon pendeta mencuat ke publik baru-baru ini. Padahal, kasus yang menimpa ketujuh korban yang masih di bawah umur itu sudah terjadi sejak 2014.

Abdurahman Syarief, kuasa hukum salah satu korban pencabulan yang dilakukan calon pendeta berinisial TLS, menceritakan para korban sempat trauma. Pihaknya telah melaporkan tersangka TLS dengan dugaan tindak pidana Pasal 81 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

banner 325x300

“Pelaku ini seorang calon pendeta seorang rohaniawan. Pelaku melakukan pelecehan terhadap beberapa anak waktu mereka masih SD yang dilakukan di tempat peribadatan,” tuturnya.

Baca Juga: Heboh! Kesaksian Orang Tua Korban Oknum Pendeta Cabul di Cianjur

Begini Kronologis Pembacokan di Warungkondang

Pelecahan itu terjadi sekitar tahun 2014 sampai 2019 ini. Namun ia tidak bisa menceritakan kronologi nya, karena merupakan bagian pokok perkara.

“Pokok-pokok perkara tidak bisa saya katakan. Para korban untuk saat ini baik-baik saja, sudah didampingi oleh psikiater dan korban sempat trauma,” lanjutnya.

Ketujuh korban adalah jemaat gereja, yang biasa setiap Minggu datang ke untuk beribadat “Kejadian itu terjadi di saat hari peribadatan. Di hari peribadatan ada perkumpulan, disaat itulah kejadian (pencabulan, red) terjadi,” lanjutnya.

Korban Awalnya Diiming-imingi

Sementara itu perwakilan Indonesia Law Enforcement, Bagus Aradipa, mengatakan anak-anak itu diperlakukan dengan tidak baik oleh pelaku. Korban diiming-iming sehingga terjadi pelecehan.

“Anak-anak diiming-imingi begitu, cara mereka bisa mengintimidasinya. Ibunya masih mengeluarkan air mata, sampai saat ini anaknya takut masuk gereja,” tuturnya.

Bagus nenambahkan, pelaku adalah penasehat supranatural. Saat ini kasus tersebut sudah lengkap atau P21. Ia meminta agar aparat hukum harus cermat menegakan hukum dengan adil.

“Saya berbicara nurani, kepada para orang tua korban untuk berani mengungkapkan kejadian ini. Pelaku juga ada biaya dari luar negeri” tegasnya.

Selain itu, pelaku mengancam korban dengan menunjukan foto-foto pelaku dengan para pejabat di Cianjur. “Pelaku ini mengancam korban dengan menunjukan foto dengan pejabat, bahwa dirinya dekat dengan para pejabat dengan berkata pada korban untuk tidak macam-macam,” tandasnya. (ct3)

Reporter : Arif Syarifudin
Editor : M Reza Fauzie

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan