banner 325x300
Berita

Kisah Silva, Bocah 13 Tahun yang Menderita Epilepsi Intraktabel

×

Kisah Silva, Bocah 13 Tahun yang Menderita Epilepsi Intraktabel

Sebarkan artikel ini
Foto Silva Zaila.
Foto Silva Zaila.

CIANJURUPDATE.COM, Gekbrong – Erna Marlina, warga Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong, terus berjuang demi kesembuhan anaknya, Silva Zaila, yang divonis menderita Epilepsi Intraktabel. Penyakit itu sudah diderita bocah yang kini berusia 13 tahun itu sejak kecil.

Dihubungi Cianjur Update melalui telepon, Erna Marlina menceritakan perjuangannya demi kesembuhan Silva. “Dia selalu kejang-kejang secara tiba-tiba” kata Erna, Minggu (19/5/2019).

banner 325x300

Sejak lahir, Silva memang terlahir normal. Namun setelah 45 hari ia menangis tanpa henti. Setelah dilarikan ke Rumah Sakit, Silva koma selama lima hari.

Baca Juga: Akhirnya, Keluarga Aminah Ditemukan di Sukaluyu

Belum berakhir, setelah dinyatakan boleh pulang, Silva dirawat jalan di rumah namun kejangnya masih terjadi hingga usia 10 tahun. Silva masih keluar-masuk rumah sakit.

Penggalangan dana untuk Silva Zaila.
Penggalangan dana untuk Silva Zaila.

Erna bercerita, di usia 10 tahun Silva pernah mengalami kejang sebanyak 80 kali selama satu malam. Hal tersebut mengharuskan IGD sampai HCU. Akhirnya Silva divonis terjangkit Epilepsi Intraktabel, Epilepsi yang sulit diobati dengan obat.

Baca Juga: Viral Kisah Diana Cari Ibu dan Bapak Kandung di Medsos

Ia dan Silva berangkat ke Santosa Hospital Bandung. Dengan tabungannya, Erna berhasil membuat janji untuk konsultasi dengan seorang dokter spesialis syaraf anak.

“Saya bisa bertemu dokter itu bulan puasa malam di tahun 2013. Sampai-sampai saya dan Silva tidur berdua di kursi rumah sakit bus yang hanya datang dini hari,” tuturnya.

Baca Juga: Viral Tagar #SOSDrJohnSimpsonForIndonesia, Ternyata..

Tak sampai di situ, ia pun terus berusaha hingga pergi ke Semarang, Jawa Tengah, demi kesembuhan anaknya.

“Kemudian saya pergi ke Semarang, karena di sana ada dokter yang bisa melakukan operasi dengan BPJS. Silva mendapat nomor antrian 319. Bisa operasi entah 2 atau 3 tahun lagi,” tambahnya.

Ia berharap agar anaknya itu bisa segera sembuh dari penyakitnya. (ct1)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan