Villa di Pacet Cianjur Nyaris Terbakar Usai Warga Bakar Sarang Tawon
CIANJURUPDATE.COM – Satu unit bangunan villa yang berlokasi di Jalan Baros, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, nyaris mengalami kebakaran hebat pada Rabu malam (29/4/2026). Insiden tersebut diduga dipicu oleh aktivitas warga yang hendak membasmi sarang tawon menggunakan api secara mandiri.
Laporan kebakaran diterima oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) pada pukul 19.30 WIB. Berdasarkan asesmen di lapangan, api berasal dari area sarang tawon yang sedang dibakar, namun kemudian merambat ke bagian bangunan villa.
Petugas Pemadam Kebakaran dari WMK 3 Cipanas tiba di lokasi kejadian pada pukul 19.45 WIB setelah menempuh jarak sekitar 6 kilometer. Sebanyak lima personel dikerahkan dengan bantuan tiga orang Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) untuk memadamkan api yang nyaris membakar seluruh banguna.
BACA JUGA: Mobil Damkar Cianjur Kecelakaan hingga Terguling di Sukanagara Saat Menuju Lokasi Kebakaran
Anggota Damkar WMK 3 Cipanas, Akmal, mengonfirmasi bahwa penyebab utama kebakaran adalah kelalaian saat upaya pembersihan sarang serangga di area bangunan.
“Penyebab kejadian, masyarakat yang membakar sarang tawon secara mandiri menggunakan api,” ujar Akmal saat memberikan keterangan mengenai penyebab insiden tersebut.
Proses penanggulangan api berlangsung selama kurang lebih 20 menit hingga situasi dinyatakan kondusif. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena bangunan dalam kondisi aman saat evakuasi dilakukan.
BACA JUGA: Kebakaran Diduga Akibat Ledakan LPG, 12 Rumah di Cipanas Terdampak
Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merembet ke semua ruangan dan rumah lain di sekitarnya, kerugian materiil akibat kerusakan pada bagian villa diperkirakan mencapai ± Rp10 juta.
Atas kejadian ini, petugas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan yang melibatkan api di area pemukiman.
“Jika menemukan sarang tawon atau hewan berbahaya lainnya yang memerlukan penanganan khusus, warga disarankan untuk menghubungi petugas profesional guna menghindari risiko kebakaran atau kecelakaan lainnya,” tutup dia.***





















