Berita

Kalah Duel Lalu Kabur, Siswa SMA di Sindangbarang Cianjur Ditabrak Motor Lawan hingga Patah Tulang

CIANJURUPDATE.COM, SINDANGBARANG – Perkelahian yang melibatkan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terjadi di Kabupaten Cianjur. Insiden perkelahian dengan sistem dua lawan dua ini mengakibatkan seorang siswa mengalami cedera patah tulang setelah ditabrak sepeda motor secara sengaja oleh lawannya.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 49 detik yang beredar, peristiwa tersebut melibatkan siswa SMP asal Kecamatan Cibinong melawan siswa SMA swasta asal Kecamatan Sindangbarang. Dalam video tersebut, terdengar suara perekam yang sempat memprovokasi agar pemukulan terus dilakukan sebelum akhirnya meminta aksi dihentikan.

Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, mengonfirmasi peristiwa itu terjadi di Kampung Sedekan, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, pada Sabtu (17/1/2024) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Oknum Guru SMP di Sukanagara Terancam Dipecat Usai Rampok Bibi Sendiri

“Betul terjadi aksi duel pelajar, siswa SMP di Cibinong melawan siswa SMA di Sindangbarang,” ujar Dadang, Selasa (20/1/2024).

Dari hasil penyelidikan kepolisian, perkelahian dipicu oleh tantangan yang dilayangkan pihak siswa SMP kepada siswa SMA. Meski di lokasi kejadian terdapat kerumunan pelajar lain, perkelahian fisik hanya dilakukan oleh empat orang.

Insiden berlanjut ketika siswa SMA yang kalah dalam duel mencoba melarikan diri. Salah satu siswa SMP kemudian mengejar menggunakan kendaraan bermotor dan menabrak korban.

Baca Juga: Ratusan Hektar Sawah di Ciranjang Cianjur Gagal Panen Akibat Diserang Burung Pipit

“Pelajar SMP menabrak salah satu siswa SMA dari belakang menggunakan sepeda motor. Akibatnya, korban mengalami luka serius berupa patah tulang kaki kanan,” jelasnya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman penyelidikan untuk meminta pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat, termasuk para penonton dan provokator di lokasi kejadian.

“Kami terlebih dahulu memanggil pihak sekolah dan orang tua para siswa. Saat ini identitas tujuh orang sudah diketahui, selebihnya masih kami telusuri,” tutup dia.***

Editor: Indra Arfiandi 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button