Kabut Tebal di Puncak-Cipanas, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
CIANJURUPDATE.COM – Kawasan Puncak-Cipanas, khususnya di sekitar jalur Cagar Alam, kembali diselimuti kabut tebal pada Senin (23/3/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Fenomena ini membuat para pengendara harus ekstra waspada akibat jarak pandang yang menurun drastis.
Kondisi ini dibenarkan oleh warga sekitar dan para pengendara yang sedang beristirahat di warung-warung pinggir jalan sepanjang jalur Segar Alam Puncak.
Asep (42), salah seorang pemilik warung kopi di kawasan Cagar Alam, menyebutkan bahwa kabut mulai turun dengan pekat sejak pukul 23.00 WIB dan semakin menebal menjelang tengah malam.
“Malam ini kabutnya lebih tebal dari biasanya. Tadi saya lihat motor-motor sampai jalan pelan sekali, hampir merayap. Kalau dari depan warung saya,” ujar Asep, kepada Cianjur Update.
BACA JUGA: Polres Cianjur Respons Laporan 110, Bantu Pemudik Kehabisan Bensin di Jalur Cianjur Selatan
Hal senada juga diungkapkan oleh Yusuf (29), seorang pengendara motor yang terpaksa berhenti sejenak untuk menunggu kabut sedikit menipis.
“Tadi pas lewat turunan Segar Alam, benar-benar putih semua. Jarak pandang hampura tertutup, namun masih bisa kelihatan. Lampu motor rasanya tidak tembus dari puncak Bogor ke perbatasan segar alam, jadi mending saya melipir dulu sambil ngopi, nunggu agak terang sedikit demi keamanan,” kata Yusuf.
Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan para pengendara yang dalam perjalanan untuk berwisata ataupun pulang ke Jabodetabek diminta untuk berhati-hati.
BACA JUGA: 604 Warga Binaan Lapas Cianjur Terima Remisi Idulfitri, Lima Di Antaranya Langsung Bebas
“Arus puncak saat ini sudah lancar, tapi jangan memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi dalam kondisi kabut. Apalagi jarak pandang kan terbatas. Jadi tetap berhati-hati, melaju dengan kecepatan rendah,” kata dia.
Dia juga meminta agar pengendara menepi jika kelelahan atau merasa ngantuk saat melaju di jalur puncak yang dipenuhi jalur berkelok.
“Jangan memaksakan diri, karena diketahui kalau jalur puncak itu ada ang menanjak dan menurun ekstrem, ditambah berkelok. Ditambah dengan kabut, khawatir belokan tak terlihat sehingga memicu terjadinya kecelakaan,” kata dia.
Hingga berita ini diturunkan, suhu di lokasi terpantau cukup dingin disertai kelembapan tinggi yang memicu embun di aspal.***





















