Jabat Dirut Perumdam Tirta Mukti, Syamsul Hadi Targetkan Respons Cepat Gangguan Air
CIANJURUPDATE.COM – Syamsul Hadi resmi memulai tugasnya sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur.
Pasca pelantikan pada Senin 5 Januari 2026, dirinya menegaskan komitmennya untuk segera membenahi kualitas layanan dan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Syamsul menyatakan kesiapannya dalam mengemban tanggung jawab baru tersebut dengan fokus pada perbaikan kinerja teknis.
“Bismillahirrahmanirrahim.. Semoga Allah memberikan amanah ini dengan kemampuan dan lindungan Nya.. Inshaa Allah, saya akan fokus bekerja agar distribusi air ke pelanggan bisa lebih baik lagi,” ujar Syamsul Hadi, kepada Cianjur Update.
Baca Juga: Harga Mahal Tapi Air Seret, Perumdam Tirtamukti Cianjur Dibully Warga
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah memetakan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Ia menyebutkan perlunya identifikasi menyeluruh mengingat dirinya baru saja memulai masa tugas.
“Insyaallah saya akan identifikasi dulu seluruh permasalahan, karena saya baru sehari juga masuk,” kata dia.
Dalam menghadapi era digital, dirinya merencanakan pendekatan baru dalam edukasi pelanggan. Pihaknya akan memanfaatkan media digital untuk memberikan pemahaman teknis kepada masyarakat, termasuk cara mendeteksi gangguan secara mandiri.
“Insyaallah untuk edukasi, seiring dengan era digital, kami akan membuat video-video edukasi mengenai penanganan, deteksi-deteksi kebocoran yang bisa dilakukan mandiri oleh para pelanggan,” jelasnya.
Terkait penanganan keluhan yang kerap menjadi sorotan, manajemen Perumdam Tirta Mukti berencana membentuk tim khusus. Hal ini bertujuan agar setiap laporan yang masuk dapat direspons dengan cepat.
“Untuk penanganan keluhan, insyaallah nanti kita akan ada divisi khusus untuk menangani hal tersebut. Baik dari sisi penanganan keluhan secara online, dan kami akan siapkan juga sumber daya manusia agar keluhan tersebut segera ditindaklanjuti ke lokasi yang bersangkutan,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada pelanggan agar menyertakan data lengkap saat menyampaikan pengaduan. Hal ini dinilai krusial untuk mempercepat proses identifikasi titik gangguan oleh petugas lapangan.
“Kami berikan juga mungkin nanti edukasi ke pelanggan, bahwa pengaduan itu diusahakan sebisa mungkin menampilkan atau menyebutkan nama dan nomor pelanggan. Agar pelanggan (petugas) bisa mendeteksi keberadaan lokasi pelanggan tersebut secara cepat dan tepat,” pungkasnya.***



