Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Pendidikan

HMI Cianjur Tolak Kebijakan Militeristik untuk Siswa Nakal

Terbit 4 May 2025 13:00 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
HMI Cianjur Tolak Kebijakan Militeristik untuk Siswa Nakal — Cianjur Update
HMI Cabang Cianjur desak Pemda mengkaji ulang kebijakan pengiriman siswa nakal ke barak. Kebijakan ini dinilai melanggar prinsip pendidikan. (Foto: Istimewa)

– Pendidikan dan pembelajaran merupakan proses yang memerlukan pendekatan, komunikasi, dan metode yang tepat untuk mencapai tujuan kurikulum. Dalam dunia pendidikan, siswa yang mengalami masalah perilaku atau disebut “nakal” tidak boleh langsung dikategorikan sebagai objek hukuman.

Mereka harus dipandang sebagai subjek didik yang perlu dibimbing melalui pendekatan empiris, humanis, dan pedagogis, bukan pendekatan militeristik.

Belakangan ini, muncul fenomena sosial yang mengkhawatirkan di Kabupaten Cianjur, yaitu kebijakan yang diutarakan Bupati bahwa siswa “nakal” akan dikirim ke barak.

Iklan sevilage

Kebijakan ini menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur gagal mencegah kenakalan siswa, terbukti dengan melibatkan instansi lain untuk mengirim siswa nakal ke barak.

Baca Juga
Gagas Ruang Dialog Inklusif, YAG Cianjur Ajak Puluhan Pemuda Rawat Kebebasan Sipil Lewat Kolaborasi
Pendidikan · Berita terkait

BACA JUGA: Atap SDN Bojongherang Rusak Parah, Siswa Belajar di Ruang Seni

Lembaga pendidikan memiliki sistem yang lengkap: kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang dirancang secara pedagogis untuk membentuk karakter siswa. Memberikan kewenangan kepada militer tanpa kajian komprehensif merupakan penyimpangan dari prinsip pendidikan.

Kebijakan ini sangat berisiko dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik, antara lain:

  • Melanggar prinsip pendidikan yang berpusat pada siswa (student-centered learning)
  • Menimbulkan tekanan mental dan emosional pada siswa
  • Membentuk pola pikir dan karakter otoriter
  • Berpotensi menyebabkan kekerasan fisik dan psikis
  • Menghambat kebebasan berpikir dan kreativitas anak
  • Mengesampingkan peran strategis guru, konselor, dan orang tua dalam pembinaan

Ruhli Solehudin, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora), menyebutkan, akan membuat pemetaan dan perencanaannya minggu depan, artinya kebijakan tersebut belum dikaji secara komprehensif.

Baca Juga
Optimalkan Potensi Desa, Mahasiswa KKNT IPB dan PKK Ciguha Bangun Taman Tanaman Obat Keluarga
Pendidikan · Berita terkait

BACA JUGA: Disdikpora Cianjur Ingatkan Jangan Ada Lagi Para Guru Terjerat Pinjol

Oleh karena itu, Henda Rosadi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Cianjur, dengan tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas Pendidikan untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut serta mengembalikan proses pembinaan siswa ke jalur pendidikan yang ilmiah, manusiawi, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan nasional.

 

 

Baca Juga
Peringati Hari Pramuka, Kang Aby Ajak Generasi Muda Cianjur Berperan Aktif Bangun Daerah
Pendidikan · Berita terkait

 

 

 

 

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{