Selama Idulfitri, Ribuan Keluarga Kunjungi Warga Binaan di Lapas Cianjur
CIANJURUPDATE.COM – Suasana hangat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Tercatat, sebanyak kurang lebih 3.300 orang datang berkunjung untuk melepas rindu dengan keluarga mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang perayaan kemenangan yang telah dipersiapkan sejak malam terakhir Ramadan.
Rangkaian kegiatan Idulfitri di Lapas Cianjur dimulai dengan nuansa spiritual yang kental. Prayogo menyebutkan bahwa kebersamaan antara petugas dan warga binaan sudah terjalin sejak kumandang takbir bergema.
“Yang pertama tentu malam hari atau yang disebut malam takbiran, kita melaksanakan takbiran bersama keluarga besar lapas cianjur dalam hal ini petugas dan juga warga binaan,” ujar Prayogo, Senin (23/3/2026).
BACA JUGA: Lonjakan Wisatawan Lebaran, Pantai Apra Cianjur Dipenuhi Ribuan Pengunjung
Memasuki hari raya, kegiatan dilanjutkan dengan salat Id berjemaah yang diikuti dengan agenda kedinasan serta pemberian hak remisi bagi warga binaan yang memenuhi syarat.
“Rangkaian kegiatannya diawali dengan sholat id, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Menteri Imipas, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembacaan remisi khusus Hari Raya,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung, pihak Lapas menerapkan kebijakan khusus selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu. Berbeda dengan hari biasa yang menggunakan ruang tertutup dan terbatas, kunjungan Lebaran kali ini memanfaatkan area lapangan terbuka dengan tenda-tenda peneduh.
“Data internal Lapas hari pertama ada 1.280 orang, hari ke dua 1.263 orang, hari ke tiga 1.009 orang,” kata dia.
Prayogo menjelaskan bahwa fleksibilitas waktu dan tempat menjadi kunci kenyamanan bagi warga binaan dan keluarga.
BACA JUGA: 604 Warga Binaan Lapas Cianjur Terima Remisi Idulfitri, Lima Di Antaranya Langsung Bebas
“Biasanya setiap hari Senin sampai dengan Kamis kunjungan hanya dari jam 8 sampai dengan setengah 12, waktunya terbatas dan tempatnya sempit. Dengan adanya kunjungan hari raya dilaksanakan di lapangan terbuka dengan tenda dan pengunjung tidak dibatasi, asalkan mentaati peraturan-peraturan yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Selain menjadi obat rindu bagi warga binaan, ramainya kunjungan ini ternyata membawa berkah bagi warga sekitar Lapas. Kehadiran ribuan pengunjung memicu denyut ekonomi melalui sektor UMKM.
“Kunjungan ini berdampak secara ekonomi, UMKM di masyarakat sekitar tergerak, banyak orang berjualan di depan lapas dari mulai hari pertama sampai hari ketiga,” ungkap Prayogo.
Prayogo menegaskan bahwa meski menguras energi petugas, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan prima yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah agenda rutin tahunan, kita setiap tahun melaksanakan kegiatan kunjungan seperti ini,” pungkasnya.***





















