Darurat Kekerasan Pelajar di Cianjur: DPRD Desak Langkah Konkret Pasca Duel “Gladiator” Berulang
CIANJURUPDATE.COM – Rentetan aksi kekerasan pelajar yang kian beringas di Kabupaten Cianjur memicu reaksi keras dari legislatif. DPRD Kabupaten Cianjur mendesak pemerintah daerah segera melakukan intervensi khusus menyusul insiden duel ala “gladiator” di Kecamatan Sindangbarang yang mengakibatkan seorang siswa mengalami patah tulang kaki.
Fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan di Cianjur, mengingat tren kekerasan serupa terus berulang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, aksi duel pelajar di Cianjur melintasi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, mengungkapkan keprihatinannya atas eskalasi kekerasan yang bahkan sempat memakan korban jiwa pada pertengahan tahun lalu.
“Kami prihatin, aksi kekerasan pelajar ini terus berulang, dimana yang terbaru terjadi Kecamatan Sindangbarang, membuat satu orang luka berat yakni kakinya patah. Tentu ini harus disikapi secara serius,” tegas Metty, Kamis (22/1/2026).
BACA JUGA: Dapur Warga di Cipanas Terbakar Akibat Kompor Gas Bocor, Api Berhasil Dipadamkan
Metty menekankan bahwa kecenderungan kekerasan pada anak bukanlah faktor bawaan, melainkan kegagalan sistem pendukung di sekitar mereka.
“Anak-anak, terutama pelajar tidak lahir dengan kecenderungan kekerasan, tetapi dibentuk oleh lingkungan, pola asuh, serta ruang sosial yang gagal memberi teladan dan rasa aman,” tambahnya.
DPRD menyoroti dua faktor utama yang memicu maraknya duel gladiator ini: lemahnya pembinaan karakter dan pengaruh destruktif media sosial. Metty menilai perlu ada langkah radikal dalam mengawasi pergaulan serta memberikan pendampingan emosional bagi siswa.
“Hal itu menunjukan adanya persoalan mendasar dalam pembinaan karakter. Makanya harus dilakukan langkah khusus, mulai dari pengawasan lingkungan pergaulan hingga pendampingan emosional terhadap anak-anak usia sekolah,” ungkap dia.
BACA JUGA: Kalah Duel Lalu Kabur, Siswa SMA di Sindangbarang Cianjur Ditabrak Motor Lawan hingga Patah Tulang
Selain itu, ia mendorong penguatan literasi digital agar remaja tidak mudah terprovokasi oleh tantangan adu gengsi di jagat maya. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi Cianjur untuk membangun lingkungan yang lebih manusiawi bagi generasi muda.
Menanggapi desakan tersebut, Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu, memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Disdikpora akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama di zona-zona merah konflik pelajar.
“Tentu dalam penanganan masalah ini perlu dilakukan secara serius agar tidak terulang. Tapi pada anak tentunya harus ada penanganan dan pendekaran tersendiri,” ucap dia.
Salah satu kebijakan yang akan diperketat adalah pembatasan penggunaan telepon seluler (handphone), baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, yang ditengarai menjadi pintu masuk provokasi kekerasan.
“Penggunaan handphone tentu akan dibatasi, baik di sekolah ataupun rumah. Kami minta orangtua juga mengawasi agar anak-anak tidak menerima tontonan yang memicu kekerasan,” tutup dia.***



