Berita

Cianjur Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Hingga April 2026

CIANJURUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Langkah krusial ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus membayangi wilayah Cianjur hingga pengujung April 2026.

Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengonfirmasi bahwa penetapan status ini merupakan respons cepat terhadap anomali cuaca yang kian intens.

BACA JUGA: Ciloto Diguyur Hujan Deras, Tebing Puluhan Meter Longsor Timpa Area Hotel

“Iya kami resmi menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi mulai beberapa bulan ke depan, hal ini kami ambil sebagai langkah antisipasi potensi bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem juga kerap terjadi,” ujar Iwan saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Kekhawatiran otoritas setempat bukan tanpa alasan. Data mencatat, dalam kurun waktu singkat, angin kencang telah mengamuk di 11 kecamatan dengan total 18 kali kejadian. Fenomena ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga.

“Baru-baru ini sudah terjadi angin kencang karena cuaca ekstrem yang menyebabkan belasan rumah rusak. Maka kami mengambil langkah status siaga darurat ini,” tambah Iwan.

BACA JUGA: BPBD Cianjur Catat 18 Insiden Angin Kencang dalam Dua Hari, Belasan Kecamatan Terdampak Rumah Rusak

Sebagai garda terdepan, BPBD telah memobilisasi sebanyak 380 Relawan Tangguh Bencana (Retana). Para personel ini telah disebar ke berbagai titik rawan untuk memastikan deteksi dini dan penanganan cepat jika bencana sewaktu-waktu menerjang.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian cuaca. Menurutnya, kewaspadaan adalah kunci utama mitigasi.

“Untuk menghadapi cuaca esktrem, kita tidak perlu panik dan takut berlebihan, tapi kita wajib waspada dan bersiap,” tegas Asep.

BACA JUGA: Dentuman Misterius dan Cahaya Merah Guncang Cipanas, BPBD Cianjur Turun Tangan Selidiki Penyebab

Pihak BPBD merumuskan beberapa langkah nyata yang harus dilakukan masyarakat saat ini, masyarakat diminta peka jika hujan turun tanpa henti lebih dari dua jam atau saat jarak pandang mulai terbatas.

“Perhatikan saluran air di depan rumah, pastikan tidak ada sampah yang menyumbat. Air yang lancar adalah kunci keselamatan kita dari genangan,” jelas Asep.

Asep mengimbau warga mengamankan dokumen penting seperti ijazah, sertifikat, KK, serta obat-obatan dan pakaian dalam satu tas yang mudah dijangkau. Jika air mulai memasuki hunian, warga diwajibkan segera memutus aliran listrik dan mencabut regulator gas.

BACA JUGA: Dentuman Misterius dan Cahaya Merah Guncang Cipanas, BPBD Cianjur Turun Tangan Selidiki Penyebab

“Air adalah penghantar listrik yang berbahaya, pastikan tangan dalam keadaan kering saat menyentuh sakelar,” imbuhnya.

Di tengah situasi genting, BPBD juga menyoroti bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks yang kerap memicu kepanikan massal. Masyarakat diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG atau BPBD setempat.

“Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan kita,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button