Polres Cianjur Respons Laporan 110, Bantu Pemudik Kehabisan Bensin di Jalur Cianjur Selatan
CIANJURUPDATE.COM – Suasana sunyi menyelimuti jalur selatan Kabupaten Cianjur pada Minggu malam (22/3/2026). Di tengah kegelapan, seorang pemudik asal Jakarta, Apis Setiawan, harus tertahan di jalanan sepi setelah sepeda motornya mogok total. Bukan karena kerusakan mesin, melainkan karena tangki bahan bakarnya benar-benar kering.
Peristiwa ini bermula saat Apis, warga Jatinegara, Jakarta Barat, berniat baik mengantarkan rekan kerabatnya mudik ke wilayah selatan Cianjur. Usai menuntaskan amanahnya, ia segera memacu kendaraan untuk kembali ke Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, nasib nahas menimpanya saat menyadari stok BBM menipis di tengah deretan SPBU yang sudah tutup beroperasi.
Imran, kerabat Apis, menceritakan bagaimana kepanikan mulai muncul saat beberapa SPBU yang mereka datangi tidak lagi melayani pembeli.
BACA JUGA: Satlantas Polres Cianjur Catat 49 Ribu Kendaraan, Terapkan One Way di Jalur Puncak
“Niatnya hendak isi bahan bakar di SPBU daerah Pagelaran Cianjur, tetapi ternyata tutup. Saya coba paksakan melanjutkan perjalanan ke SPBU Sukanagara, tapi ternyata juga tutup. Begitu mau cari SPBU lagi, ternyata bensinnya sudah habis, motor mati,” ujar Imran, Senin (23/3/2026).
Khawatir dengan keselamatan saudaranya yang terdampar sendirian di lokasi yang asing dan sepi, Imran memutuskan melakukan langkah yang tidak biasa: menghubungi layanan darurat kepolisian di Call Center 110.
Laporan tersebut langsung direspon dengan sigap oleh jajaran Polres Cianjur yang meneruskannya ke Polsek Sukanagara. Dua personel kepolisian segera dikerahkan untuk menyisir lokasi keberadaan Apis.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengonfirmasi bahwa anggotanya di lapangan memberikan bantuan fisik berupa “setut” atau mendorong motor menggunakan kaki demi mencari sumber bahan bakar.
“Anggota langsung memberikan bantuan dengan mendorong (setut) sepeda motor sejauh kurang lebih 2 kilometer. Kemudian karena SPBU tutup, jadi mencari bensin eceran atau pom mini, dan akhirnya dapat,” ungkap AKBP Alexander.
Tak hanya mencarikan bensin, petugas kepolisian bahkan menanggung biaya pengisian BBM tersebut sebagai bentuk nyata pelayanan di tengah arus balik lebaran.
Langkah cepat kepolisian ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga. Imran mengaku terkesan dengan keramahan petugas yang menjaga integritas layanan meski laporan yang masuk bukan terkait tindak kriminal.
“Makanya saya telepon kepolisian. Ini baru pertama kali hubungi 110, dan responnya ternyata ramah serta cepat. Saya berterima kasih karena akhirnya saudara saya pulang dengan selamat,” kata Imran melegakan napas setelah mengetahui saudaranya telah sampai di Jakarta.
AKBP Alexander menekankan bahwa Call Center 110 hadir sebagai pelindung masyarakat dalam segala situasi darurat, tidak terbatas pada pelaporan kejahatan saja.
“Jangan ragu untuk menghubungi 110 jika ada kebutuhan apapun, tidak hanya melaporkan tindak kriminal tapi silakan butuh bantuan apapun dalam keadaan darurat hubungi. Kami pasti segera mendatangi untuk memberikan layanan,” pungkasnya.***





















