Akses Desa di Cibeber Cianjur Terputus Longsor, Warga Keluhkan Lambannya Respon Pemerintah
CIANJURUPDATE.COM – Sudah sepekan lebih, akses utama yang menghubungkan Desa Karangnunggal dan Desa Girimulya di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, lumpuh total akibat badan jalan yang longsor. Hingga Selasa (14/4/2026), belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait, sehingga menyebabkan aktivitas warga terisolasi.
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kampung Cihurip RT 08/RW 03 sejak sore hari menjadi pemicu ambrolnya badan jalan penghubung antar-desa tersebut.
Lili (34), salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa hujan tidak berhenti sejak sore hingga pukul 22.00 WIB sebelum akhirnya longsor menutup akses jalan tengah malam itu.
Baca Juga: 20 Ribu Warga Cianjur Terdaftar di SIAPkerja, Data Penempatan Sistem Masih Nihil
“Kejadiannya akibat hujan deras yang melanda Kampung Cihurip dari sore hari hingga jam 10.00 malam atau jam 22.00, sehingga mengakibatkan jalan penghubung antara desa tersebut longsor,” ujar Lili saat memberikan keterangan, Selasa (14/4/2026).
Dampak dari putusnya akses jalan ini sangat dirasakan oleh masyarakat luas. Tidak hanya menghambat perputaran ekonomi warga yang hendak menjual hasil bumi, akses menuju pusat kota pun kini sulit dijangkau.
Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada sektor pendidikan. Anak-anak sekolah di wilayah tersebut terpaksa harus berjuang ekstra karena jalan yang biasa mereka lalui kini tak bisa dilewati kendaraan.
Baca Juga: Monyet Liar Serang Anak Usia Lima Tahun di Cibeber, Korban Alami 35 Jahitan
“Aktivitas warga terisolasi akibat kejadian tersebut. Untuk aktivitas perekonomian, ke kota, hingga anak-anak pergi ke sekolah susah terlewati,” keluh Lili.
Meski kejadian sudah berlangsung selama sembilan hari, warga menyayangkan belum adanya tindakan nyata dari pemerintah desa, kecamatan, maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur. Belum terlihat adanya alat berat maupun upaya perbaikan permanen di titik longsor.
Warga kini hanya bisa berharap agar para pemangku kebijakan segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah atau terjadi longsor susulan.
“Pihaknya berharap agar pemerintah setempat, baik desa, kecamatan, maupun kabupaten bisa memperbaiki jalan yang longsor tersebut agar aktivitas warga dan anak-anak bersekolah bisa kembali normal,” pungkas Lili.***





















