10 Persen PJU Cianjur Padam, Begini Skenario Dishub Amankan Jalur Mudik 2026
CIANJURUPDATE.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan kenyamanan para pemudik pada momentum Idul Fitri 2026 mendatang. Fokus utama saat ini adalah memulihkan fungsi sekitar 1.000 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilaporkan padam di berbagai titik krusial.
Lampu-lampu yang mati tersebut tersebar di sepanjang jalan protokol hingga jalur alternatif di wilayah yang dijuluki Kota Santri ini. Targetnya jelas: seluruh fasilitas penerangan harus kembali berfungsi normal sebelum arus mudik dan balik dimulai.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengungkapkan bahwa dari total 11 ribu titik PJU yang tersebar di seluruh kecamatan, sekitar 10 persen di antaranya dalam kondisi rusak.
“Sebanyak 10 persennya yang rusak atau tidak menyala,” ujar Aris kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA: Diduga Digunting Moge, Pemotor Satria FU Terperosok di Jalur Cianjur Selatan hingga Patah Tulang
Menurut pantauan di lapangan, kerusakan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari faktor teknis hingga gangguan alam.
“Yang pasti umur lampu dan biasanya non teknis. Mulai dari kapel putus, tertimpa pohon, ataupun adanya NCB yang sudah mati,” tambahnya.
Meski target perbaikan telah ditetapkan, Aris mengakui bahwa proses pemeliharaan di lapangan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keterbatasan sarana mobilitas petugas menjadi tantangan utama mengingat luasnya wilayah cakupan di Cianjur.
“Untuk pemeliharaan butuh proses sehingga tidak bisa langsung semuanya diperbaiki,” kata Aris menjelaskan realita di lapangan.
BACA JUGA: Polres Cianjur Gelar Ramp Check dan Tes Kesehatan Pengemudi dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026
Namun, ia menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan sumber daya yang ada demi kenyamanan masyarakat luas.
“Kami upayakan saat momen mudik dan arus balik PJU yang mati sudah nyala lagi. Supaya pemudik nyaman. Kami juga akan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk penanganan PJU di jalur provinsi serta jalan nasional,” tegasnya.
Selain fokus pada pemeliharaan rutin, Pemkab Cianjur juga mengambil langkah proaktif untuk mendukung sektor pariwisata. Aris menyebutkan akan ada penambahan 44 unit PJU baru yang diprioritaskan untuk jalur-jalur menuju destinasi wisata unggulan.
Langkah ini diambil agar akses menuju tempat wisata tetap aman dan nyaman bagi pengunjung, bahkan saat hari sudah gelap.
“Untuk awal tahun ini kami fokus ke pemasangan PJU di jalur wisata, untuk mendongkrak wisata. Membuat wisatawan tidak lagi khawatir saat melintas di malam hari,” tutupnya.***



