Skip to main content

Waspada Serangan Tomcat, Mengancam Dari Sekitar 200 Juta Tahun Lalu

Waspada Serangan Tomcat, Mengancam Dari Sekitar 200 Juta Tahun Lalu
Gambar foto Tomcat / semut semai

Semut Semai atau lebih dikenal sebagai Serangga Tomcat adalah kelompok utama Arthropoda atau hewan beruas (Arthropoda) yang memiliki nama ilmiah Paederus littoralis. Memiliki macam jenis lebih dari 46.000 spesies dalam ribuan generasi ini termasuk kelompok serangga kuno yang diketahui dari fosilnya telah ada sejak Jaman Triassic atau sekitar 200 juta tahun lalu.

serangga beracun ini hidup di daerah yang lembab, baik di pepohonan, tambak maupun semak-semak. Meski tidak membuat kematian, namun racun yang terdapat pada Tomcat bisa menimbulkan efek cukup menyakitkan di kulit dan berbagai bagian tubuh manusia. Sempat viral karena serangannya di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta dan memakan banyak korban, kini telah di laporkan telah mendekati wilayah pemukiman di Samarinda, Kalimantan Timur.

Ukuran Tomcat sekitar 1 hingga 35 mm, namun umunnya memiliki ukuran sekitar 2 hingga 8 mm. Sebagian besar berbentuk memanjang meskipun beberapa serangga tomcat memiliki bentuk bulat seperti telur. Dengan warna tubuh kuning gelap di bagian atas, dan pada bagian bawah perut serta kepala berwarna gelap.

Hewan yang tidak mengigit ataupun menyengat ini akan mengeluarkan cairan secara otomatis apabila bersentuhan atau bersentuhan dengan kulit manusia secara langsung. Selain itu, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, ataupun benda-benda lainnya. Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga 12 kali lebih kuat dari bisa ular kobra.

Jika bersentuhan dengan Tomcat saat berbaring atau tidur hingga menghancurkannya akan menyebabkan konjungtivitas dan penyakit kulit yang parah yang dikenali sebagai 'dermatitis linearis', 'aederus (kumbang rove/ staphylinidae) dermatitis'. Oleh sebab itu jika ada Tomcat hinggap di tangan atau bagian tubuh kita, jangan dipencet atau dibunuh seperti mematikan nyamuk ataupun serangga kecil lainnya. Baiknya Tomcat ditiup hingga pergi, atau diambil dengan hati-hati menggunakan alat atau tangan yang ditutupi plastik dan dibuang ke tempat yang aman. Setelah itu cuci tangan dengan sabun dan ulangi lagi. Kalau bisa semprot serangga itu dengan racun serangga dan disingkirkan tanpa harus menyentuhnya secara langsung.

Untuk mencegah serangga yang merupakan sahabat petani karena merupakan predator alami bagi wereng ini masuk ke dalam rumah, maka tutup jendela dan matikan lampu jika tidak digunakan karena Tomcat menyukai tempat-tempat yang terang. Jangan memakai pakaian yang terbuka untuk menghindari sentuhan langsung dengan Tomcat. Sebaiknya jendela diberi kasa nyamuk agar Tomcat tidak bisa masuk. Hati-hati jika memiliki anak kecil yang suka bermain di dekat tanaman dan singkirkan dari rumah apabila tanaman tersebut dalam kondisi tidak terawat karena dapat berpotensi menjadi sarang Tomcat.

Sedangkan untuk mengobati kulit jika terkena sentuhan Tomcat segeralah mencuci bagian kulit yang terkena dengan menggunakan sabun. Sangat tidak diperbolehkan diolesi balsem, odol, minyak tawon, minyak kayu putih, maupun bedak tabur karena hanya akan memperparah keadaan. Meski tidaklah sama, kulit yang terkena toksin Tomcat akan merah meradang mirip herpes. Untuk pengabatan baiknya menggunakan antibiotik dan salep. Biasanya hydrocortisone 1% atau salep betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 3 x sehari atau salep Acyclovir 5%. Untuk meredakan peradangannya bisa dengan cara mengkompres bagian kulit yang terkena racun dengan air dingin.

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar