Skip to main content

7 Burung Cendrawasih.. Eksotik Alam Papua

Burung Cendrawasih adalah burung-burung yang berasal dari keluarga Paradisaeidae yang banyak ditemukan di wilayah timur Indonesia seperti Pulau Papua, pulau-pulau kawasan Selat Torres, hingga wilayah timur Benua Australia.

Gambar Burung Cendrawasih.. Eksotik Alam Papua

Burung-burung Cendrawasih dikenal karena bulu-bulunya yang sangat memanjang rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran tubuh serta varian warna dari Burung Cendrawasih ini bergantung dengan macam jenis spesiesnya, dimana terdapat sekitar 42 spesies Burung Cendrawasih yang terbagi dalam 15 Genus. Namun pada umumnya berwarna kombinasi dari beberapa warna seperti hitam, putih, cokelat, merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu. Untuk ukuran tubuh mulai dari 15cm dengan berat sekitar 50 gram seperti Burung Cendrawasih Raja hingga spesies yang berukuran 110cm.

Dari 15 Genus yang terdapat pada keluarga Paradisaeidae atau Burung Cendrawasih, burung-burung dari Genus Paradisaea merupakan Burung Cendrawasih yang paling populer karena keindahan bulu-bulu serta warnanya. Terdapat 7 spesies Burung Cendrawasih dalam Genus Paradisaea yang kerap kali menjadi sebuah simbol dibeberapa daerah kawasan habitas burung tersebut. Berikut 7 Burung Cendrawasih dari Genus Paradisaea:


1. Cendrawasih Kuning Kecil
Gambar Cendrawasih Kuning Kecil

Burung Cendrawasih Kuning Kecil atau Paradisaea minor adalah salah satu spesies burung cendrawasih yang tersebar di Pulau Papua meliputi wilayah papua Indonesia atau Irian Jaya termasuk pulau Yapen dan pulau Misool, serta di negara Papua Nugini.

Burung yang berstatus konservasi risiko rendah ini berukuran panjang sekitar 32cm. Cendrawasih Kuning Kecil berwarna kuning dan coklat, dengan iris mata berwarna kuning dan memiliki paruh berwarna abu-abu kebiruan. Jantan dewasa spesies burung ini memiliki bulu disekitar lehernya yang berwarna hijau zamrud mengkilap, serta dibagian sisi perutnya terdapat bulu-bulu hiasan panjang yang berwarna dasar kuning dan pada bagian luarnya berwarna putih, serta terdapat dua tali ekor berwarna hitam menyatu dengan bulu-bulu ekor lainnya. Burung betina memiliki kepala berwarna coklat tua serta dada berwarna putih. Selain tidak memiliki bulu-bulu hias, ukuran tubuh betina juga lebih kecil dari ukuran tubuh jantan.

Burung pemakan buah-buahan dan serangga ini termasuk hewan berpoligami. Untuk menarik betina, burung jantan akan menari memamerkan bulu-bulu hiasnya dan akan meninggalkan betina tersebut setelah kopulasi dan mencari pasangan atau betina yang lain.

Klasifikasi Ilmiah:
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusParadisaea
SpesiesP. minor
Nama binomialParadisaea minor (Shaw, 1809)

2. Cendrawasih Kuning Besar
Gambar Cendrawasih Kuning Besar

Burung Cendrawasih Kuning Besar atau Paradisaea apoda adalah spesies burung Cenderawasih yang berukuran besar, dengan panjang tubuh sekitar 43cm.

Spesies yang berasal dari hutan dataran rendah dan bukit di barat daya Papua dan pulau Aru, Indonesia ini memiliki warna tubuh coklat marun dan bermahkota kuning. Pada leher bawahnya berwarna hijau zamrud dan pada bantalan dadanya berwarna cokelat kehitaman. Jantan spesies burung ini dihiasi oleh bulu-bulu yang besar berwarna kuning serta memiliki sepasang ekor kawat berukuran panjang. Sedangkan betina tidak memiliki mahkota.

Pemberian nama ilmiah Paradisaea apoda diberikan oleh ilmuan yang berasal dari Swedia yaitu Carolus Linnaeus, yang memiliki arti Cenderawasih tak berkaki terkait saat awal perdagangannya ke Eropa, burung ini dipersiapkan tanpa kaki oleh orang pribumi. Burung yang terdaftar pada CITES Appendix II ini berstatus berisiko rendah di IUCN Red List.

Klasifikasi Ilmiah:
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusParadisaea
SpesiesP. apoda
Nama binomialParadisaea apoda (Linnaeus, 1758)

3. Cendrawasih Raggiana
Gambar Burung Cendrawasih Raggiana

Burung Cenderawasih raggiana atau Paradisaea raggiana, disebut juga dengan nama Cenderawasih jingga adalah salah satu dari 7 spesies burung cendrawasih dari genus Paradisaea, keluarga Paradisaeidae. Spesies yang memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 35cm ini dapat ditemukan di permukaan laut hingga ketinggian 1.500 meter pada hutan hujan tropis, hutan dataran rendah, perbukitan serta pegunungan di kawasan pulau Papua bagian selatan.

Jantan spesies ini akan memikat pasangan dengan ritual tarian dan memperlihatkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan akan meninggalkan betina untuk mulai mencari pasangan baru, hal tersebut bisa dikategorikan Cendrawasih Raggiana termasuk poligami spesies. Di sisi lain dua butir telur berwarna merah muda akan dijaga oleh induk betina serta mengasuhnya setelah menetas hingga menjadi burung remaja.

Penamaan spesies burung fauna nasional negara Papua Nugini ini memperingati seorang bangsawan dari Genoa, Italia yang bernama Francis Raggi. Cendrawasih raggiana dievaluasikan sebagai spesies beresiko rendah di dalam daftar merah IUCN.

Klasifikasi Ilmiah:
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusParadisaea
SpesiesP. raggiana
Nama binomialParadisaea raggiana (Sclater, 1873)

4. Cendrawasih Goldi
Gambar Cendrawasih Goldi

Burung Cendrawasih Goldi atau Paradisaea decora adalah salah satu spesies burung cendrawasih yang kini sangat sulit untuk ditemukan dan telah masuk kedalam status hampir terancam punah dalam daftar merah IUCN.

Spesies endemik Papua Nugini ini menghuni pulau Fergusson dan Normanby dari kepulauan D'Entrecasteaux hingg kepulauan Papua sebelah timur. Makanan utama burung yang memiliki panjang tubuh sekitar 33cm ini adalah buah-buahan. Ciri khas Cendrawasih Goldi jantan memiliki bulu dada berwarna kuning dan hijau tua juga terdapat warna abu-abu keunguan, pada iris berwarna kuning dan paruh, serta mulut dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu hias berwarna merah tua terdapat pada pinggangnya dengan dua bulu panjang mirip kawat. Sedangkan betina tidak berbulu hias dengan warna cokelat zaitun, pada bagian bawah tubuh berwarna cokelat jingga.

Nama Cendrawasih Goldi diberikan dari nama seorang kolektor dari Skotlandia, yaitu Andrew Goldie, orang Eropa pertama yang menemukannya burung tersebut pada tahun 1882.

Klasifikasi Ilmiah:
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusParadisaea
SpesiesP. decora
Nama binomialParadisaea decora (Salvin & Godman, 1883)

5. Cendrawasih Merah
Gambar Cendrawasih Merah Rubra

Burung Cendrawasih Merah atau Paradisaea Rubra adalah spesies burung cendrawasih endemik Indonesia dan hanya dapat ditemukan di pulau Waigeo dan Batanta, kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua barat.

Spesies burung cendrawasih yang berukuran sekitar 72cm termasuk bulunya ini memiliki bulu hias berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih, bulu mukanya berwarna hijau zamrud gelap dan memiliki dua buah tali yang panjang berwarna hitam pada ekornya. Sedangkan betina memiliki muka berwarna coklat tua, sama dengan betina spesies burung cendrawasih pada umumnya mereka tidak memiliki bulu hias dan berukuran lebih kecil dari burung jantan.

Dalam hal perkawinan atau berkembang biak, Burung yang hampir punah ini sama dengan burung cendrawasih pada umumnya yaitu betina merawat sendiri telur serta anaknya, dan jantan bersifat poligami.

Klasifikasi Ilmiah:
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusParadisaea
SpesiesP. rubra
Nama binomialParadisaea rubra (Daudin, 1800)

6. Cendrawasih Kisar
Gambar Burung Cendrawasih Kisar

Burung Cendrawasih Kisar atau Paradisaea guilielmi adalah spesies burung cendrawasih yang ditemukan pada bulan Januari 1884 oleh seorang ahli biologi "khususnya burung" berkebangsaan Jerman bernama Carl Hunstein ketika melakukan ekspedisi di sekitar papua.

Burung jantan Cendrawasih Kisar dewasa berwarna hijau mengilap pada bagian muka dan tenggorokannya, sedangkan pada bagian kepala belakang, punggung dan sayapnya berwarna kuning, dan tubuh bagian bawah burung tersebut berwarna coklat. Bulu-bulu hia warna putih terdapat pada sisi dadanya dan terdapat 2 buah tali panjang warna hitam pada bagian ekornya. Betina memiliki tubuh lebih kecil dari jantan tanpa dihiasi oleh bulu hiasan, kepalanya berwarna coklat tua, tubuh bagian bawahnya berwarna coklat dan punggungnya berwarna kuning kecoklatan. Burung Cendrawasih Kisar muda memiliki bulu seperti burung betina.

Burung yang berstatus hampir terancam dalam daftar merah IUCN ini menghuni hutan-hutan pegunungan bagian bawah serta perbukitan Jasirah Huon di negara Papua Nugini, umumnya pada ketinggian 670 meter hingga 1.350 meter di atas permukaan laut. Nama ilmiah spesies ini untuk menghormati seorang kaisar Jerman bernama Frederick William Albert Victor.

Klasifikasi Ilmiah:
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusParadisaea
SpesiesP. guilielmi
Nama binomialParadisaea guilielmi (Cabanis, 1888)
NEXT: 7. Cendrawasih Biru

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar