Skip to main content

Komodo, Naga Endemik Indonesia

Komodo adalah biawak asal pulau komodo, Indonesia yang merupakan spesies kadal terbesar di Dunia. Ukuran tubuh biawak komodo terbesar yang teridentifikasi adalah sepanjang 3.13 meter dengan bobot sekitar 166 kilogram. Reftil yang oleh penduduk setempat disebut ora ini merupakan predator yang menyeramkan dan paling berkuasa di wilayah habitatnya.

Asal usul komodo diyakini muncul di Asia sekitar 40 juta tahun yang lalu dengan marga Varanus telah bermigrasi ke wilayah Australia. Kemudian pada sekitar 15 juta tahun yang lalu, pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara membuat para biawak ini bergerak menuju wilayah Indonesia. Oleh sebab itu Komodo diyakini sebagai hewan yang berevolusi dari nenek moyangnya yang berasal dari Australianya pada sekitar 4 juta tahun yang.

Komodo, Naga Endemik Indonesia



Deskripsi
Terdapat sekitar 60 buah gigi tajam dengan panjang sekitar 2.5 cm pada hewan yang memiliki tubuh dan ekor yang sama panjangnya ini. Selain itu pada sekitar mulut komodo terdapat bakteri yang mematikan yang tercipta dari air liur komodo yang sering kali sedikit bercampur darah yang disebabkan oleh sebagian besar gigi-giginya dilapisi oleh jaringan gingiva yang tercabik saat melakukan aktifitas makan.

Komodo jantan berukuran lebih besar dari pada betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sedangkan betina memiliki warna tubuh kehijauan (buah zaitun), sementara komodo muda berwarna kuning, hijau dan putih kehitaman.

Hewan yang dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai hingga sejauh 4—9.5 kilometer ini menggunakan lidahnya yang bercabang untuk mendeteksi rasa dan mencium. Lubang hidung mereka tidak memiliki sekat rongga badan sehingga alat penciuman mereka bisa dikatakan tidak baik.


Cara hidup
Asal usul komodo dan habitat
@Wikimedia Commons

Hewan yang selalu ada atau dipelihara di hampir seluruh kebun binatang di dunia ini hidup di padang rumput kering terbuka, sabana, dan hutan tropis pada ketinggian rendah di pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara. Komodo lebih aktif pada siang hari dibandingkan alam hari. Mereka adalah hewan penyendiri, berkumpul bersama hanya ketika makan dan berkembang biak.

Komodo berburu mangsanya dengan cara mengendap-endap yang diakhiri dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya, namun sebagian besar makanannya adalah daging bangkai. Binatang yang memanjat pohon menggunakan cakarnya ini dapat berlari dengan kecepatan hingga 20 km/jam, selain itu mereka merupakan perenang yang cukup handal dan mampu menyelam hingga sedalam 4.5 meter.

Bulan Mei hingga Agustus adalah musim kawin bagi para komodo yang kemudian umumnya bertelur pada bulan September. Dalam satu musim kawin induk betina dapat menghasilkan telur sekitar 20 butir dan akan mengeraminya selama 7 bulan atau menetas pada sekitar bulan April.


Penelitian dan Status
Peneliti dari Universitas Melbourne, Australia pada tahun 2005 biawak-biawak dan kadal-kadal dari suku Agamidae, kemungkinan memiliki semacam bisa.

Selain bisa, air liur komodo juga memiliki banyak jenis bakteri (28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif) telah diisolasi dari air liur ini. Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia (infeksi) pada korbannya, salah satunya adalah bakteri Pasteurella multocida yang terkenal sangat mematikan.

Dengan didirikannya Taman Nasional Komodo, Hewan yang oleh IUCN dimasukan kedalam status rawan punah ini merupakan salah satu marga satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.


Klasifikasi ilmiah
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoSquamata
SubordoAutarchoglossa
FamiliVaranidae
GenusVaranus
SpesiesV. komodoensis
Nama binomialVaranus komodoensis(Ouwens, 1912)


Video
Dokumen VideoTAG: Komodo, Biawak, Reftil, Kadal, Naga, Foto, Gambar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar