Mirip Cupang, 10 Ikan Ini Saudara Terdekat Ikan Laga...

Ikan laga atau Cupang merupakan ikan hias kecil air tawar yang memiliki karakteristik agresif dalam mempertahan wilayahnya, oleh karena itu ikan cupang seringkali dijadikan sebagai ikan aduan. Memiliki 73 spesies dan sebagian besar spesies ikan ini memiliki tubuh dengan corak dan warna bervarian. Salah satu spesiesnya yang memiliki daya jual tinggi dan mampu menggerakan ekonomi kalangan tertentu adalah spesies ikan cupang Splendens (Betta splendens).

Mirip Cupang, 10 Ikan Ini Saudara Terdekat Ikan Laga...

Betta Splendens merupakan spesies ikan cupang yang banyak dan selalu kita jumpai di toko - toko atau kios penjual ikan hias, banyak juga di jual di sekolahan - sekolahan. Spesies ini banyak di kawin silangkan oleh para peternak, oleh karena itu spesies ini memiliki banyak varian warna, selain itu betta splendens memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari bentuk siripnya, antara lain Halfmoon, Crowntail atau serit, Doubletail dan Plakat.

Ikan yang secara Internasional dikenal dengan sebutan Betta Fish ini merupakan bagian dari anggota keluarga Osphronemidae, ikan gurame yang memiliki beberapa spesies dan jenis, termasuk ikan gurame yang menjadi ikan konsumsi populer manusia juga merupakan anggota keluarga ikan ini. Sebagian besar anggota keluarga osphronemidae berasal dari sebagian kawasan asia, termasuk Indonesia yang menjadi surga bagi ikan - ikan dari keluarga osphronemidae. Berikut beberapa spesies ikan yang merupakan saudara terdekat dari spesies - spesies ikan cupang dari keluarga Osphronemidae dengan Sub keluarga Macropodusinae:


1. Macropodus Erythropterus Macropodus Erythropterus - Red-backed Paradise Fish

Macropodus Erythropterus adalah spesies ikan hias kecil yang hidup diperairan dengan vegetasi berlimpah dan akar - akar terendam. Spesies endemik Vietnam ini dapat tumbuh maksimal hingga panjang 8 cm.

Nama Macropodus erythropterus berasal dari bahasa Yunani, Macropodus dari kata μακρός (makrós), yang berarti panjang, sedangkan Erythropterus dari kata ερυθρός (erythrós) yang berarti merah. Spesies ini dikenal umum dengan nama Red-backed Paradise Fish dengan nama ilmiah Macropodus erythropterus (Freyhof & Herder, 2002) genus Macropodus (Lacépède, 1801).

Malpulutta erythropterus lebih menyukai hidup dengan kondisi air bertemperature  20-30°C  dengan pH 6.0-8.0 dan hardness antara 90-357 ppm. Ikan pemakan larva serangga dan sejenisnya ini berkembang biak dengan cara Bubble nest, yaitu dengan membuahi telur - telurnya di sarang busa atau gelembung - gelembung udara yang dibuat oleh induk jantan pada permukaan air.

Deskripsi:
  • Bintik opera terlihat samar atau tidak ada sama sekali,
  • Ujung posterior atau margin sisik terlihat lebih gelap dari sisik,
  • Sirip ekor berwarna merah,
  • Daerah predorsal dan subdorsional tubuh berwarna kemerahan,
  • Sirip dubur bagian atas berwarna biru kehijauan.


2. Macropodus Hongkongensis Macropodus Hongkongensis

Macropodus Hongkongensis adalah salah satu ikan hias akuarium dari keluarga osphronemidae endemik China. Ikan pertamakali ditemukan di perairan hongkong ini hidup di sungai yang airnya mengalir lamban dan area pertanian. Spesies ini dapat tumbuh hingga panjang 9 cm.

Nama Macropodus berasal dari bahasa yunani yang berarti panjang dan Hongkongensis diambil dari lokasi pertamakalinya spesies ini di temukan, yaitu Hongkong, China. Spesies ikan ini memiliki nama ilmiah Macropodus Hongkongensis (Freyhof & Herder, 2002) dari genus Macropodus (Lacépède, 1801).

Di alam liar, Macropodus hongkongensis diperkirakan memakan larva serangga dan sejenisnya. Ikan yang bereproduksi dengan cara membuahi telurnya disarang busa (bubble nest) ini menyukai hidup dalam air bertemperature antara 15 hingga  25 °C dengan pH 6.0-8.0 dan hardness sekitar 90-357 ppm.

Deskripsi:
  • Terdapat bintik hitam pada permukaan sisi kepala,
  • Warna tubuh lebih gelap dari sisik,
  • Ujung sirip dada berwarna putih,
  • Di beberapa bagian tubuh terdapat sedikit warna kemerahan,
  • Memiliki alat pernapasan yang bernama labirin.


3. Macropodus Ocellatus Macropodus Ocellatus - Roundtail Paradise Fish

Macropodus Ocellatus adalah spesies ikan gurame yang berasal dari wilayah Asia timur seperti China, Jepang dan Korea. Namun terkadang juga dapat ditemukan di wilayah Vietnam dan Rusia. Ikan yang memiliki tingkat toleransi yang baik terhadap suhu dingin pada saat musim salju ini hidup di perairan seperti parit irigasi, kolam, sungai, sawah dan rawa - rawa. Macropodus Ocellatus dapat tumbuh hingga panjang sekitar 8 cm.

Nama Macropodus berasal dari bahasa yunani yang berarti panjang dan Hongkongensis, sedangkan Ocellatus berasal dari bahasa Latin yang berarti memiliki mata kecil. Spesies yang dikenal secara umum dengan nama Roundtail Paradise Fish ini bernama ilmiah Macropodus Ocellatus (Cantor, 1842), genus Macropodus (Lacépède, 1801) dan memiliki nama sinonim spesies Polyacanthus Paludosus (J. Richardson, 1846).

Macropodus Ocellatus memakan larva serangga dan sejenisnya, berkembang biak dengan cara Bubble nest dan hidup dalam air dengan temperature 10–22°C, pH berkisar 6.0–7.5 dan hardness antara 90 hingga 357 ppm.

Deskripsi:
  • Sirip ekor berbentuk bulat,
  • Garis mata tidak menghubungkan titik pada proyeksi posterior operkulum dengan mata,
  • Dorsal-fin rays berserabut,
  • Margin sisik sedikit terlihat,
  • Memiliki alat pernapasan yang bernama labirin.


4. Macropodus Opercularis Macropodus Opercularis - Cupang Paradis atau Paradise Fish

Macropodus Opercularis adalah spesies ikan hias air tawar kecil yang berasal dari perairan Semenanjung Korea hingga ke Vietnam. Ikan ini telah diimpor ke Prancis sebagai ikan hias sejak tahun 1869 oleh importir ikan akuarium asal Prancis yang bernama Pierre Carbonnier. Ikan yang panjangnya bisa mencapai 8 cm ini memiliki toleransi yang baik di berbagai segala kondisi air, meski pun lebih mudah menemukannya di perairan dangkal, persawahan dan rawa - rawa.

Macropodus opercularis lebih populer dengan sebutan Cupang Paradise atau Paradise Fish dan memiliki nama ilmiah Macropodus Opercularis (Linnaeus, 1758) genus Macropodus (Lacépède, 1801). Spesies ini memiliki banyak nama sinonim, antara lain:
  • Labrus opercularis (Linnaeus, 1758)
  • Chaetodon chinensis (Bloch, 1790)
  • Macropodus chinensis (Bloch, 1790)
  • Macropodus viridiauratus (Lacépède, 1801)
  • Macropodus venustus (G. Cuvier, 1831)
  • Macropodus ctenopsoides (Brind, 1915)
  • Macropodus filamentosus (Oshima, 1919)

Macropodus opercularis menjadi predator bagi larva nyamuk, cacing hitam, udang air asin, dan lalat kecil, dan lainnya. Bubble nester ini nyaman hidup dalam kondisi air bertemperature 10-22°C dengan pH 6.0-8.0 dan hardness 90-357 ppm.

Deskripsi:
  • Memiliki beberapa varian warna seperti albino, merah, biru dan lainnya
  • Opercular berwarna kecoklatan gelap dan margin posterior kemerahan
  • Mata yang menghubungkan titik pada proyeksi posterior operkulum dengan mata
  • Permukaan dorsal kepala dan daerah predorsal memiliki bintik gelap
  • Margin posterior sisik tubuh tidak lebih gelap dari sisik


5. Malpulutta Kretseri Malpulutta Kretseri - Ornate Paradisefish atau Spotted gourami

Malpulutta Kretseri adalah sejenis gurame yang mendiami arus dangkal dan aliran sungai yang lamban di daerah berhutan yang teduh dengan vegetasi berlimpah di dekat tepian dan substrat yang ditutupi oleh serasah daun. Spesies endemik Sri Langka ini banyak dijadikan sebagai ikan hias aquarium dan dapat tumbuh hingga panjang maksimal 4 cm.

Nama Malpulutta kretseri berasal dari bahasa daerah Sri Langka "malpulutta" berarti ikan, sedangkan Kretseri merupakan nama seorang pengacara di Sri Langka yang menemukan spesies ikan ini. Spesies ikan ini lebih dikenal dengan nama Ornate Paradisefish atau Spotted gourami, dengan nama ilmiah Malpulutta kretseri (Deraniyagala, 1937) dari genus Malpulutta (Deraniyagala, 1937).

Malpulutta kretseri lebih menyukai hidup dengan kondisi air bertemperature 16-22°C dengan kisaran pH 5.0-7.5 dan Hardness antara 18-143 ppm. Ikan pemakan larva serangga ini berkembang biak dengan cara Bubble nest, yaitu dengan membuahi telur - telurnya di sarang busa atau gelembung - gelembung udara yang dibuat oleh induk jantan pada permukaan air.

Deskripsi:
  • Memiliki 3 varian warna sirip: kemerahan, kebiruan dan ungu,
  • Umumnya tubuh berwarna kekuningan,
  • Ekor berbentuk cenderung meruncing,
  • Memiliki alat pernapasan yang bernama labirin.


6. Parosphromenus Phoenicurus Parosphromenus Phoenicurus - ikan sumatera

Parosphromenus Phoenicurus adalah salah satu spesies ikan gurame kecil dari genus Parosphromenus yang berasal dari Sumatera, Indonesia. Ikan yang hidup di rawa - rawa air asam wilayah tropis ini memiliki panjang tubuh maksimal sekitar 3 cm.

Phoenicurus berasal dari bahasa Yunani "phoinix (merah)" dan "oura (ekor)". Nama ilmiah spesies ini adalah Parosphromenus Phoenicurus (I. Schindler & Linke, 2012) genus Parosphromenus (Bleeker, 1877).

Deskripsi:
  • Dorsal spines (total) 11-13,
  • Dorsal soft rays (total) 6-7,
  • Anal spines 11-13,
  • Anal soft rays 8-11,
  • Dorsal fin 11-13 segmented rays 6-7,
  • Anal fin 11-13 segmented rays 8-11.


7. Pseudosphromenus Cupanus Pseudosphromenus Cupanus - Spiketail Paradisefish

Pseudosphromenus Cupanus adalah spesies ikan kecil yang berasal dari Sri Lanka dan selatan India yang hidup di perairan dangkal seperti parit dan sawah. Panjang tubuh rata -rata ikan ini sekitar 5 hingga 6 cm. Spesies ini di kenal dengan nama Spiketail Paradisefish dengan nama ilmiah Pseudosphromenus Cupanus (Cuvie, 1831) genus Pseudosphromenus (Bleeker, 1879).

Pseudosphromenus cupanus memakan serangga dan zooplankton di habitatnya dan berkembang biak dengan cara Bubble nest. Spesies ini menyukai air dengan temperature sekitar 20-28°C, pH 6.0-7.5 dan hardness sekitar 36-447 ppm.

Deskripsi:
  • Memiliki alat pernapasan yang bernama labirin,
  • Terdapat garis Horizontal mulai dari mulur melewati mata dan tersambung dengan lateral,
  • Terdapat bintik hitam pada pangkal ekor.


8. Trichopodus Trichopterus Trichopodus Trichopterus - Ikan Sepat

Trichopodus Trichopterus adalah spesies ikan suku gurame yang hidup di rawa-rawa, danau, aliran-aliran air yang tenang, dan umumnya lahan basah di dataran rendah termasuk sawah-sawah serta saluran irigasi. Spesies yang berasal dari kawasan Indocina mulai dari sungai Mekong hingga barat Indonesia ini lebih populer dengan nama Sepat rawa (di Indonesia) dan dapat tumbuh hingga 15 cm.

Ikan yang dikenal dengan nama Three-spot Gourami ini memiliki beberapa jenis yang di bedakan dari varian corak warnanya seperti, Blue gourami, Cosby gourami, Gold gourami, Golden gourami dan Opaline gourami. Nama ilmiah spesies ini adalah Trichogaster Trichopterus (Pallas, 1770) dengan atau dari genus Trichopodus (Lacépède, 1801).

Bubble nester ini termasuk Omnivora yang memakan tumbuh - tumbuhan, invertebrata kecil, item zooplankton dan detritus lainnya. Trichopodus trichopterus nyaman hidup dalam temperature air sekitar 24-30°C dengan pH 5.5-8.5 dan hardness 3-35 dH. Meski bentuk tubuhnya tidak terlalu mirip dengan ikan cupang namun spesies ini masih termasuk saudara terdekat ikan cupang dari Subfamily Macropodusinae. Selain dijadikan sebagai ikan hias, ikan ini sering dijadikan sebagai ikan konsumsi.

Deskripsi:
  • Toleran dengan beberapa kondisi perairan,
  • Memiliki beberapa varian corak warna,
  • Memiliki sepasang jari-jari lunak yang dapat berfungsi sebagai alat peraba.


9. Trichopsis Pumila Trichopsis Pumila - Sparkling Gourami atau Pygmy Gourami

Trichopsis Pumila adalah spesies ikan dari genus Trichopsis yang memiliki kemiripan dengan spesies - spesies ikan cupang (genus Betta). Ikan yang berukuran 3-4 cm ini berasal dari Sungai Mekong (Thailand, Vietnam, Kamboja dan Laos). Namun ditemukan juga di semua jenis habitat air lambat di dataran rendah, seperti rawa hutan, rawa gambut, dataran banjir, anak sungai, kanal irigasi, sawah, dan parit pinggir jalan.

Trichopsis berasal dari bahasa Yunani Kuno θρίξ (thriks) yang berarti rambut dan ὄψις (opsis) yang berarti aspek penampilan, sedangkan Pumila berasal dari bahasa Latin, yang berarti kurcaci. Ikan ini lebih dikenal dengan sebutan nama Sparkling Gourami atau Pygmy Gourami dan memiliki nama ilmiah Trichopsis Pumila (J.P. Arnold, 1936) genus Trichopsis (Canestrini, 1860) dengan nama sinonim Ctenops Pumilus (J.P. Arnold, 1936).

Kondisi air dengan temperature 22-28°C, pH 5.0-7.5 dan hardness 18-215 ppm adalah kondisi air yang baik untuk kehidupan Bubble nester ini. Di alam liar Trichopsis Pumila memakan serangga dan invertebrata kecil lainnya.

Deskripsi:
  • Memiliki corak horizontal dari ujung mulut hingga pangkal ekor,
  • Dapat menghasilkan suara yang terdengar melalui mekanisme pectoral khusus yang unik,
  • Mampu menyelesaikan konflik tanpa saling merusak secara fisik dengan menilai faktor-faktor seperti berat dan panjang tubuh, yang ditransmisikan oleh sinyal visual dan akustik.


10. Trichopsis Vittata Trichopsis Vittata - Croaking Gourami

Trichopsis Vittata adalah spesies ikan labirin air tawar kecil dari kawasan Asia Tenggara yang dapat hidup di semua jenis perairan lambat, terutama di dataran rendah, seperti rawa hutan, rawa gambut, dataran banjir, anak sungai, kanal irigasi, sawah, dan parit pinggir jalan. Rata - rata panjang tubuh ikan ini sekitar 6-7 cm.

Ikan yang lebih dikenal dengan nama Croaking Gourami ini berasal dari genus Trichopsis (Canestrini, 1860) dan memiliki nama ilmiah Trichopsis Vittata (G. Cuvier, 1831) dengan sinonim Osphromenus Vittatus (G. Cuvier, 1831), Ctenops Vittatus (G. Cuvier, 1831) dan Trichopus Striatus (Bleeker, 1850).

Ikan pemakan invertebrata kecil ini hidup dalam kondisi air bertemperature 22 hingga 28°C dengan pH 5.0-7.5 dan hardness sekitar 18-268 ppm. Trichopsis Vittata berkembang biak dengan cara membuahi telur - telurnya pada sarang busa dipermukaan air yang di buat oleh induk jantan (Bubble nest).

Deskripsi:
  • Dapat menghasilkan bunyi dengan menggunakan sirip dada mereka,
  • Sirip dubur filamen memanjang,
  • Umumnya memiliki 3 garis lateral,
  • Memiliki banyak varian warna.

Sepuluh ikan tersebut berasal dari keluarga Osphronemidae dengan Subkeluarga Macropodusinae (sama halnya dengan ikan cupang / Betta).

Klasifikasi ilmiah Macropodusinae
KingdomAnimalia (Linnaeus, 1758)
SubkingdomEumetazoa (Buetschli, 1910)
SuperphylumDeuterostomia (Grobben, 1908)
PhylumChordata (Haeckel, 1874)
SuperclassOsteichthyes (Huxley, 1880)
ClassActinopterygii (Klein, 1885)
OrderAnabantiformes (Britz, 1995)
SuborderAnabantoidei (Britz, 1995)
FamilyOsphronemidae (van der Hoeven, 1832)
SubfamilyMacropodusinae (Hoedeman 1948)
GeneraMacropodus (Lacépède, 1801)
Betta (Bleeker, 1850)
Trichopsis (Canestrini, 1860)
Malpulutta (Deraniyagala, 1937)
Parosphromenus (Bleeker, 1877)
Pseudosphromenus (Bleeker, 1879)

BACA JUGA,
73 Spesies Ikan Laga / Cupang / Bettas
11 Spesies Ikan Cupang Paradise