Skip to main content

Orang Utan, Musuh dari Orang Rakus !!!

Orang utan (Orangutan) adalah sejenis kera besar yang memiliki bulu cokelat atau kemerahan. Orangutan hidup di area hutan tropika kawasan Indonesia dan Malaysia. Primata yang secara DNA memiliki kedekatan dengan Manusia ini memiliki 2 jenis spesies, antara lain Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatra (Pongo abelii).

Orang Utan, Musuh dari Orang Rakus

Klasifikasi Ilmiah Orangutan:
KingdomAnimalia
PhylumChordata
ClassMamalia
OrderPrimata
FamilyHominidae
SubfamilyPonginae (Elliot, 1912)
GenusPongo (Lacépède, 1799)
Species1. Simia pygmaeus (Linnaeus, 1760)
2. Pongo abelii (Lesson, 1827)
Orangutan berasal dari bahasa melayu yang berarti Orang "Manusia dan Utan berarti Hutan. Mereka tidak memiliki ekor seperti sebagian primata lainnya, namun makhluk yang cenderung pemalu ini memiliki tubuh yang gemuk, berleher besar, dan lengan yang panjang dan kuat. Orangutan memiliki tinggi sekitar 1.25-1.5 meter dengan berat tubuh jantan sekitar 50–90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30–50 kg.

Orangutan adalah hewan Arboreal, yang berarti hewan yang beraktivitas atau banyak hidup diatas pohon. Mereka dapat bergerak cepat dari pohon ke pohon dengan cara berayun pada cabang-cabang pohon, atau disebut Brachiating. Orangutan termasuk hewan Omnivora, namun sebagian besar makanan mereka berasal dari tumbuhan, Buah - buahan menjadi makanan utama mereka, selain itu merekan memakan seperti  kulit pohon, dedaunan, bunga dan beberapa jenis serangga.

Cara berkembang biak atau bereproduksi orangutan mirip dengan Manusia. Orangutan betina dewasa biasanya hamil pertamakalinya pada usia 8 hingga 10 tahun, dengan masa kandungan kurang lebih 9 bulan dan melahirkan hanya satu bayi. Bayi tersebut akan bisa hidup mandiri setelah berusia sekitar 7 tahun.

Populasi dan Ancaman:

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 55.000 individu di Kalimantan dan sekitar 200 individu di Sumatera. Penurunan drastis pada populasi orangutan diakibatkan oleh karena berkurangnya wilayah habitan sekitar 80% dalam kurun waktu 20 tahun. Penebangan pohon dan alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan dan pertanian adalah ancaman bagi hewan yang dilindungi ini. Selain itu praktik perdagangan ilegal menjadi ancaman bagi populasi Orangutan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar