Skip to main content

Cara Budidaya Ikan Cupang Lengkap dan Jelas

1. Pendahuluan
2. Induk
3. Pemijahan
4. Pendederan
5. Pembesaran


PENDAHULUAN

Budidaya Ikan Cupang Detail Cocok untuk Pemula
Seperti yang telah diketahui Ikan Cupang adalah salah satu jenis ikan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan kebutuhan pasaran yang tergolong tinggi. Harga dari ikan ini sangat bervareatif tergantung jenis dan kualitas ikan tersebut. Namun dipasaran umum dengan kualitas terendah ikan ini dibanderol minimal 3 hingga 7 ribu untuk jenis cupang aduan dan 5 hingga 15 ribu untuk jenis cupang hias. Menurut seorang peternak atau pembudidaya ikan cupang yang kami mintai keterangannya didalam sekali perkawinan ikan cupang dapat menghasilkan rata-rata 1000 ikan cupang baru, diantaranya kurang lebih 60% jantan, dari 60% jantan tersebut dapat menghasilkan 5  sampai 10% ikan cupang berkualitas yang memiliki nilai harga di atas rata-rata, terkadang hingga mencapai Rp 200.000 /ekornya "pembeli yang langsung datang mau pun dijual di Facebook". Berbeda dengan Jantan yang dijual pada saat usia 5 sampai 6 bulan, sisanya yang 40% alias betina dijual pada usia sekitar 3 bulan dengan harga 2 hingga 10 ribu rupiah "tergantung kualitas". Peternak tersebut juga menuturkan pada awal mula dia membudidayakan ikan cupang hanya menggunakan lahan sekitar 4x4 meter dan dapat penghasilan pendapatan hingga lebih dari 2Juta Rupiah perbulan dengan sistem satu bulan satu perkawinan dengan cacatan dijual langsung ke pembeli.

Banyak yang mencoba membudidayakan ikan cupang ini, namun hampir semua selalu kandas tidak lama setelah telur menjadi burayak atau bahkan tidak bisa menghasilkan telur sama sekali dan yang ada hanya "KDRT" alias sang betina bonyok ditinju sang jantan.
Mengapa begitu? . . .

Karena kalian hanya mengetahui cara perkawinannya secara selintas alias tidak detail, seperti artikel-artikel di internet yang kebanyakan hanya memuliskan secara garis besarnya saja, atau bahkan kalian tidak mengetahui sama sekali caranya alias cuma coba-coba.

Perlu diketahui meskipun ikan cupang tergolong ikan yang cukup kuat yang mampu hidup didalam air bervolume sedikit tanpa aerator, namun didalam membududayakan-nya, ikan cupang termasuk golongan yang sulit dan memerlukan kejelian / detail dalam melakukannya dibanding kebanyakan ikan hias lainnya.

Akan ada sedikit perbedaan cara membudidayakan ikan cupang setiap berbeda lokasi/kota terkait suhu dan air. Bisa saja cara sederhana dapat dilakukan di kota/tempat lain namun tidak demikian di tempat kita. Semoga artikel ini mengkin bisa menutupi kekurangan yang ada. Ikan cupang yang dimaksud dalam artikel ini adalah ikan cupang dari kelompok Bubblenest, yaitu jenis ikan cupang yang umumnya dijual dipasaran, seperti ikan cupang aduan atau ikan cupang hias. mereka berkembang biak dengan cara menyimpan telur - telurnya pada sarang busa atau gelembung - gelembung udara.

"BACA ARTIKEL > Ikan Cupang dan Mengenal 73 Spesiesnya Lengkap

INDUK

Induk betina yang baik adalah yang sudah berusia sekitar 5-6 bulan. Jika Induk betina dibeli dari pedagang kalian harus merawatnya terlebih dahulu sekitar 1 hingga 2 bulan, karena kebanyakan para pedagang membeli ikan cupang betina secara borongan pada usia sekitar 3-4 bulan, kecuali pedagang tersebut memang menjual induk betina yang siap kawin atau membelinya langsung dari peternak.


ciri induk betina ikan cupang siap kawin

Ciri induk betina yang siap dipijahkan / dikawinkan tentunya berperut besar yang dipenuhi telur, biasanya memiliki garis-garis vertikal dibagian perut yang diakibatkan pembengkakan perut yang dipenuhi telur, ibarat pada Manusia garis tersebut seperti singkayo.

Induk jantan yang baik adalah yang sudah berusia sekitar 6 hingga 7 bulan. Memerlukan perawatah hingga satu bulan jika induk jantan langsung dibeli dari toko ikan atau penjual ikan cupang sebagai pematangan usia sekaligus perawanan atau persiapan perkawinan. Ciri - ciri induk jantan yang baik untuk dikawinkan adalah kecepatannya dalam membuat gelembung - gelembung busa pada saat setelah perganti air.

gelembung ikan cupang jantan sebelum perkawinan

Biasanya satu hari setelah digantinya air pada aquarium atau tempat/wadah ikan jantan tersebut maka akan terdapat banyak gelembung - gelembung busa saling menyatu pada air.

Selain hal diatas induk pun harus benar - benar sehat baik secara fisik maupun mental, untuk memastikannya hal tersebut lakukan langkah (karantina induk) berikut :

Ganti air dan sterilkan atau cuci/bersihkan aquarium atau wadah/tempat, sementara aquarium atau wadah/tempat di cuci/bersihkan tempatkan terlebih dahulu kedua induk ditempat yang besar seperti ember atau lainnya dengan volume air banyak secara terpisah, dengan tujuan penyegaran dan pembersihan. Setelah wadah tercuci bersih pastikan steril dengan menyiramnya dengan air panas. Kemudian isikan air dan beri obat anti jamur yang banyak dijual di toko-toko aquarium. "Maaf kami tidak ada ikatan sedikit pun dengan merk tertentu" namun atas pengalaman peternak menyarankan merek RaidAll. Biarkan air selama satu jam, setelah satu jam kemudian masukan induk ketempatnya masing - masing "yang telah disterilkan" dan jangan dulu diberi makan serta biarkan kedua tempat berdampingan tanpa penghalang agar bisa saling melihat. Untuk Hal ini kami sarankan dilakukan pada sore hari. Pemberian makan dilakukan esok harinya pagi dan sore secukupnya, jika ada sisa makanan baiknya dibersihkan dengan cara disedot selang kecil.

makanan ikan cupang - pakan

Kedua induk wajib memiliki nafsu makan yang tidak buruk atau tidak mencuekan makananan ketika diberi makan.

PEMIJAHAN

Agar bisa mempertahan kan suhu dan induk tidak merasa terganggu dengan lingkungan sekitar baiknya tempat pemijahan menggunakan wadah plastik berdiameter sekitar 50cm.


Tentunya tempat pemijahan tersebut telah di sterilkan atau dibersihkan, kemudian isikan air dengan ketinggian kurang lebih 15cm. Jika menggunakan air PAM baiknya sterilkan terlebih dahulu dengan anti klorin "lagi-lagi kami sarankan merek RaidAll", biarkan larut dalam satu jam lalu kemudian beri anti jamur. Untuk media penyimpanan busa menggunakan kantong kresek putih transparan digunting berukuran 3x3 cm, jika tidak memakai media pun tidak menjadi masalah besar. Langkah tersebut baiknya dipersiapkan pada pagi hari saat kedua induk dalam hari kedua tahap karantina.

Masukan Induk pada sore hari sekitar pukul 4 ke tempat pemijahan dan tutup tempat pemijahan dengan menggunakan triplek, namun tidak menutup semuanya sisakan sekitar 10% untuk masuknya cahaya dan udara. Kemudian beri makan pada pukul lima hingga tersisa sedikit sebagai makanan cadangan. Di tempat pemijahan pemberian makan dilakukan pagi dan sore hari hingga sedikit tersisa.

Biasanya ke esokan harinya, pagi atau sore hari perkawinan ikan cupang terjadi. Telur - telur akan diletakan induk jantan pada sarang busanya "gelembung - gelembung udara". Jika pun belum terjadi perkawinan, tunggu 3 sampai 4 hari, dan jika setelah 4 hari masih belum juga ditemukan telur atau tidak tejadi perkawinan baiknya ganti kedua induk dan lakukan ulang dari tahap persiapan dengan benar.

telur - telur ikan cupang

Bila telur - telur sudah berada pada sarang busa, pisahkan / ambil induk betina, jika tidak pisahkan kemungkinan besar akan mengganggu telur - telur tersebut. Induk jantan akan membuahi dan merawat telur - telur tersebut. Setelah 3 sampai 4 hari telur - telur tersebut akan menetas menjadi larva/burayak. Hingga usia 4 hari larva - larva tersebut tidak memerlukan makanan karena masih menyimpan kantung telur. Sebelum pemberian makan untuk pertama kalinya dihari kelima pada pagi hari, baiknya dilakukan pembersihan kotoran - kotoran induk pada dasar air sekaligus pergantian air sebanyak 30% dilakukan dengan cara disedot menggunakan selang kecil. Lakukan langkah ini secara hati - hati supaya burayak tidak terbawa serta induk jantan tidak merasa terganggu. Kemudia n Persiapkan air pengganti dikedalam ember atau tempat lainnya yang mampu menampung air sebanyak 30% dari tempat pemijahan. Sterilkan air jika menggunakan air PAM dengan anti klorin, serta air pengganti diberi obat anti jamur dan satu tablet Antibiotik yang telah dilarutkan. Antibiotik yang dimaksud adalah antibiotik tablet yang biasa dijadikan obat manusia, dan menurut peternak pemberian antibiotik ini sangat berpengaruh besar pada keberhasilan budidaya ikan cupang ini ditempatnya.

Di hari kelima untuk pertama kalinya burayak diberi makan Artemia. Mengapa Artemia? Meskipun harus dibeli artemia tidak memiliki efek buruk pada burayak. Pemberian makan dilakukan pada pagi dan sore hari bersamaan dengan pemberian makan induk jantan.

burayak ikan cupang

Setelah burayak berusia sekitar 10 hari pisahkan/ambil induk jantan serta lakukan kembali pembersihan sisa kotoran induk di dasar air sekaligus pergantian air sebanyak 30%. Sekitar 7 hari kemudian atau saat burayak berusia 17 hari, burayak - burayak ikan cupang masuk ketahap pendederan dengan tempat yang baru.

PENDEDERAN

Tempat untuk tahap pendederan baiknya dilakukan didalam aquarium yang memiliki ukuran sekitar 60x100 cm dengan ketinggian 50cm. Sebelum memasukan air kedalam aquarium pendederan dipastikan aquarium tersebut telah steril dan telah disiram air panas. Ketinggian air dalam Aquarium sekitar 20cm, sterilkan air dari klorin jika menggunakan air PAM dengan anti klorin, beri obat anti jamur dan satu tablet antibiotik. Sama seperti pemijahan Aquarium pendederan harus selalu dalam keadaan 90% tertutup. Biarkan atau endapkan air sehari sebelum dimasukan atau pemindahan burayak dari tempat pemijahan ke aquarium pendederan.

Pemindahan dilakukan pada sore hari secara hati - hati dengan cara membuang sekitar 80% air pada tempat pemijahan, kemudian pindahkan burayak sedikit demi sedikit menggunakan gelas plastik bekas air mineral yang telah dipotong setengahnya.

Didalam masa pendederan baiknya burayak diberi makan kutu air, alternatif lainnya adalah artemia dan dilakukan pembersihan kotoran pada dasar air 4 hari sekali sekaligus pergantian air sekitar 50%, air pengganti harus steril dari klorin serta telah dilarutkan anti jamur dan antibiotik. Lama masa pendedera sekitar 2 bulan atau lebih hingga burayak bisa memakan cacing sutera atau telah menjadi ikan cupang muda.

PEMBESARAN

Tempat untuk tahap pembesaran baiknya dilakukan dikolam tembok atau Aquarium besar yang memungkinkan menampung ikan - ikan cupang muda, karena jika terlalu kecil tempatnya maka akan sangat beresiko mendatangkan banyak penyakit atau dapat menghambat pertumbuhan ikan - ikan muda tersebut.

Biasanya dalam tahap pemindahan ikan - ikan cupang muda dari tempat pendederan ke tempat pembesaran, dilakukan juga penyortiran ikan cupang jantan dan cupang betina. Didalam masa pembesaran, ikan - ikan cupang muda diberi makan cacing sutera atau kutu air serta dilakukan pembersihan kotoran sekitar 3 hari sekali sekaligus melakukan pergantian air sebanyak 50% dengan air pengganti telah steril dari klorin dan telah dilarutkan anti jamur dan antibiotik. Tahap pembesaran ini memakan waktu hingga sekitar 2 bulan atau lebih.

Setelah ikan - ikan cupang berukuran siap jual maka ikan cupang tersebut di matangkan pada tempat terpisah sendiri - sendiri selama sekitar 2 minggu sebelum pasarkan, biasanya para peternak menggunakan botol bekas air mineral 2 liter atau aquarium sebagai tempat ikan - ikan cupang di matangkan, tahap ini biasa disebut sebagai pembesaran tahap kedua.

budidaya ikan cupang - cianjurupdate.com
Ilustrasi tahap Pematangan / Pembesaran tahap 2

Dalam tahap pematangan, ikan - ikan diberi makan secukupnya pagi dan sore hari, baiknya tanpa sisa makanan serta dilakukan pergantian air dan tempat 3 hingga 5 hari sekali tergantung kondisi air, air pengganti yang digunakan telah steril dari klorin dan telah dilarutkan anti jamur, namun pada tahap ini sudah tidak menggunakan antibiotik yang dilakukan pada tahap - tahap sebelumnya.

SELAMAT MENCOBA,
"BACA ARTIKEL > Ikan Cupang dan Mengenal 73 Spesiesnya Lengkap
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar